Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik mengatakan pembentukkan Badan Koordinasi Pengelolaan Reklamasi (BKP) Pantai Utara Jakarta yang tertuang dalam Peraturan Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 58 Tahun 2018 didasarkan pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 52 tahun 1995 dan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 1995.
"Kemarin (Pergub 58) kan berkaitan dengan badan pengelola. Itu turunan dari Perpres dan Perda pun mengisyaratkan ada itu (pembentukan BKP)," ujar Taufik di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Senin (18/6/2018).
Menurut Taufik, keberadaan BKP Pantura bukan untuk melanjutkan proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Melainkan badan untuk mengelola kawasan pesisir.
"Badan itu memang harus ada berkaitan dengan pengelolaan kawasan pesisir, harus ada itu badan," kata dia.
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini pun setuju dengan penerbitan Pergub nomor 58 tahun 2018 perihal pembentukan BKP Pantura.
"Itu kan perintah putusan yang lebih tinggi, itu putusannya begitu, perintahnya begitu," katanya lagi.
Terkait sejumlah protes dan kritikan atas pembentukan BKP Pantura, Taufik menilai hal tersebut wajar.
"Ya biasa, kalau ada yang protes hal yang biasa. Tapi mari kita lihat runtunan-runtuannnya. Kalau protes pasti ada saja yang protes, UU 1945 aja diamandemen," imbuh Taufik.
Baca Juga: Melawat ke Luar Negeri, Ini Agenda Sandiaga Uno di AS
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!