Suara.com - Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur tidak hanya ramai didatangi oleh penumpang arus balik tetapi juga oleh penumpang yang mudik pasca lebaran.
Kalau penumpang arus balik kebanyakan tiba di Terminal pada malam hari, maka penumpang mudik lebih banyak di siang hari.
Menurut Wakil Komandan Regu Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ahmad Fadilah yang bertugas di posko lebaran Terminal Kampung Rambutan, pasca lebaran sekitar 14 ribuan penumpang berangkat mudik dari Kampung Rambutan.
"Masih banyak yang pergi mudik, per hari ini (H+3) sekitar 14 ribuan yang berangkat dari sini. Itu terhitung penumpang yang berangkat hingga pagi tadi," katanya di Terminal Kampung Rambutan, Selasa (19/6/2018).
Jumlah penumpang yang berangkat tersebut lebih sedikit dari jumlah penumpang yang balik mudik. Pasalnya, hingga pukul 08.00 WIB H+3 hampir 45 ribu penumpang tiba di Terminal Kampung Rambutan.
Menurut Hana, seorang ibu yang baru mudik ke Tasik, alasan dirinya memilih mudik setelah lebaran karena takut macet di perjalanan.
"Saya memilih mudik sekarang, karena takut kena macet. Kalau sekarang kan lebih lancar, karena orang pada balik, tapi kita baru berangkat," kata Hana.
Wanita yang mengaku sudah 20 tahun tinggal di Bogor ini mengaku rela tidak merayakan lebaran di daerah asalnya. Namun, dia bersyukur karena arus lalu lintas lebaran tahun ini lebih lancar bila dibandingkan tahun sebelumnya.
"Alhamdulilah, saya dengar cukup lancar. Mungkin karena liburan yang panjang ini. Apalagi kan, PNS-nya sudah libur lebih awal, kalau seperti ini baguslah," katanya.
Baca Juga: Buru Buaya Misterius, Pemprov DKI Siapkan Senjata Khusus
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus balik terjadi pada tanggal 19 dan 20 Juni 2018. Namun, untuk Terminal Kampung Rambutan, puncak arus baliknya diprediksi baru terjadi pada 22-23 Juni 2018.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?