Suara.com - Aksi nekat baru saja dilakukan laki-laki yang belakangan diketahui adalah seorang imigran Myanmar di Mal Nipah yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (25/6/2018). Imigran itu nekat mencuri kabel penangkal petir di mal tersebut.
Berdasarkan informasi, pelaku pencurian itu dilakukan oleh dua orang yakni Hamid Husyain dan Ahmad sekitar pukul 11.30 WITA. Keduanya diketahui sebagai buruh bangunan yang bekerja pada pembangunan mal yang diketahui milik Wakil Presiden Jusuf Kalla itu.
Mal Nipah merupakan pusat perbelanjaan yang baru dibuka sekitar satu bulan terakhir di Makassar. Namun, mal tersebut diketahui sudah berulang kali disatroni maling.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, petugas keamanan mal melakukan pengecekan badan setiap pekerja yang ingin keluar meninggalkan gedung. Hasilnya, tepat di pos penjagaan, sekuriti memeriksa dua pekerja kontrak Hamid Husyain dan Ahmad sekira pukul 11.30 Wita.
Saat diperiksa, ternyata di dalam balik baju pelaku Ahmad terdapat potongan kabel fiber. Sementara di perut Hamid didapati kabel grounding atau penangkal petir sekitar 8 meter.
"Didapat saat pemeriksaan sekitar jam 11.30 WITA tadi. Saat mau pulang, dia (pelaku) melilitkan kabel di perut," ujar petugas keamanan Mal Nipah, Mardiansyah Joni (35) saat ditemui di lokasi kejadian.
Dari keterangan Joni, salah satu pelaku bernama Hamid, merupakan warga negara asal Myanmar. Hal itu ditandai dengan ditemukan kartu identitas imigran yang berasal dari UNHCR.
"Satu orang WNA, ia diperkerjakan oleh kontraktor, bukan kami," ucap Joni. (Lirzam Wahid)
Baca Juga: Dirjen Kementerian PUPR Dijambret saat Bersepeda, Korban Terluka
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
WFH dari Hambalang, Prabowo Bahas Naturalisasi hingga Masa Depan Timnas Indonesia
-
Geruduk DPR, Mahasiswa Desak Evaluasi Program MBG dan Kebijakan Anggaran
-
Rekayasa Kematian Gagal! Brigadir Rizka Sintiani Divonis 10 Tahun usai Terbukti Bunuh Suami
-
Haul Akbar HUT Jakarta, KAI Buka Alternatif Naik-Turun di Stasiun Jatinegara Mulai Sore Ini
-
KPK Periksa Gus Yaqut sebagai Saksi untuk Tiga Tersangka Lain di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Bappenas: Pakai AI, Polri Bisa Ungkap Kejahatan 20 Tahun Lalu dengan Presisi!
-
Bawa Jelangkung Hitam ke Gedung DPR, Massa PB HMI: Prabowo atau Pertamax Turun!
-
MBG Diperdebatkan, Siapa yang Paling Berkepentingan Program Ini Terus Jalan?
-
DPR Jawab Tudingan Celios: MBG Bukan Gimmick, Hasilnya Terlihat 3 Tahun Lagi
-
Golkar Hormati Sikap Politik PDIP sebagai Penyeimbang: Biar Rakyat yang Menilai