Suara.com - Server Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di Kota Bekasi sempat mengalami gangguan di hari kedua pendaftaran.
Kabar itu dikatakan seorang warga di Kayuringin, Kota Bekasi, Iwan (43). Ia mengaku tidak dapat mengakses pada pagi hari hingga siang.
"Server PPDB tadi mengalami gangguan, tidak dapat diakses melalui handphone maupun laptop saya," ungkap Iwan, Rabu (4/7/2018).
Karena itu, ia mengaku sangat khawatir apabila server PPDB di Kota Bekasi terus mengalami gangguan. Sebab, saat ini ia aktif memantau proses seleksi untuk anaknya yang hendak masuk di SMPN 4 Kota Bekasi.
Menurut dia, Pemerintah Kota Bekasi harus tetap memastikan kesediaan server agar masyarakat dapat terus mengawasi proses seleksi.
"Soalnya anak saya sekarang masih di posisi 88, sementara kuota disanah (SMPN 4) hanya seratus lebih. Saya khawatir jika serever buruk seperti itu," kata dia.
Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Infornasi (Diskominfo) Kota Bekasi, Titi Masrifahati mengatakan, server PPDB itu tidak mengalami gangguan. Melainkan down dari infrastruktur jaringan Telkom.
"Iya down, itu ada tapi sebentar, itu kendalanya kemarin infonya dari server, server punya Telkom bukan Pemda, tiga hari ini baru ada kendala itu saja tidak bisa update atau lihat hasil," ucap Titi.
Dia mengatakan, Diskominfo bertugas mengawasi jika ada kendala saat PPDB Online akan langsung dikoordinasikan.
Baca Juga: Foto Bugilnya Mau Disebar, Rina Juga Dibunuh dan Dirampok Pacar
"Kalau error-nya di sistem itu kita langsung ke Telkom. Tapi kalau di jaringan itu baru tugasnya Diskominfo," ucapnya.
Dia menambahkan, Pendaftaran PPDB Online tahun 2018 ini kesiapannya lebih matang dibandingkan tahun lalu. Hal itu disebabkan karena informasi sudah diberikan jauh-jauh hari, baik melalui Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan Diskominfo.
"Jadi kita sudah antisipasi ada yang minta informasi kita berikan informasi, selain lewat media sosial dan website kita juga lakukan sosialisasi langsung ke lapangan oleh tim Disdik," katanya lagi.
Kemudian, verifikasi tahun lalu dilakukan di Disdik berbeda tahun ini yang sudah disebar di kecamatan.
"Sekarang database-nya berbasis NIK dan KK itu jadi lebih baik," kata dia.
Selain tu, sistem saat ini lebih baik karena tidak adanya aktivasi ulang ketika ingin pindah jalur zonasi. (Yakub)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Hindari Kesan Tebang Pilih, Kejagung Diminta Tak Beri Perlakuan Khusus pada Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, KBRI: Tidak Ada Korban WNI
-
Niat Selamatkan Surat Berharga, Detik-detik Nenek di Pulogadung Tewas Terbakar Bersama Anak dan Cucu
-
Cegah Konflik Kepentingan, Legislator Desak Perombakan Penyidik Jampidsus di Kasus Febrie Adriansyah
-
Jalan Kebon Sirih Menyempit Jadi Dua Lajur, Kemacetan Mengular Hampir 1 Kilometer
-
Hinca Panjaitan Tegaskan Penyerahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Tak Tabrak KUHAP
-
Jangan 'Jeruk Makan Jeruk!', DPR Minta Kasus Eks Jampidsus Febrie Tak Ditangani Mantan Anak Buahnya
-
Mahfud MD Bongkar Skenario Kasus Febrie Adriansyah, Sebut Pengalihan Penyidikan Kacaukan Hukum
-
Satgas PKH Buka Suara soal Kursi Ketua yang Kosong Usai Eks Jampidsus Terseret Kasus Korupsi
-
Rekor Baru! Jakarta Fair 2026 Kantongi Rp8,2 Triliun, Pengunjung Capai 8,22 Juta