Suara.com - Desainer asal Bali bernama Nandi, terpaksa dibekuk polisi karena menanam pohon ganja di tempat tinggalnya, di Kuta, Badung.
Pelaku ditangkap pada Sabtu (7/7) akhir pekan lalu. Selain menangkap Nandi, polisi juga menyita 10 pohon ganja berukuran besar dan 12 pohon berukuran kecil.
Tak hanya itu, ditemukan pula 9,57 gram daun ganja kering, batang dan biji ganja dalam 1 toples saat penggeledahan.
"Dia mengaku membeli bibit ganja di daerah pantai Kuta. Dia menanam ganja di teras dan dalam kamar,” kata Kapolresta Denpasar Komisaris Besar Hadi Purnomo, Selasa (10/7/2018).
Dia menjelaskan, pelaku mengakui menanam ganja lantaran sulit mendapatkan daun ganja di Bali. "Dia menanam ganja ini dipakai sendiri dan dia belum pernah dihukum,"paparnya.
Dia mengatakan, bisa menangkap pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang laki laki diketahui bernama Nandi yang tinggal di seputaran Kuta, Badung sering mengkonsumsi ganja.
Kekinian, Nandi disangkakan melanggar Pasal 111 ayat 2 Undang-undang RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. [Luh Wayanti]
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan
-
Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun
-
Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas
-
Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka
-
Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi
-
Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap
-
Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta