Suara.com - Karier Dicky Arahman sebagai pencuri spesialis sepatu dan sandal yang biasa beroperasi di masjid-masjid harus berakhir.
Petualangan lelaki berusia 47 tahun sebagai pencuri itu berakhir setelah tepergok anggota polisi yang sedang salat di Masjid Hidayatullah, Made, Sambikerep, Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/7/2018).
”Pelaku kami tangkap karena tepergok mencuri sandal. Pelaku warga Prada Kalikendal, Dukuh Pakis, Surabaya,” kata Kapolsek Lakarsantri Komisaris Dwi Heri Sukiswanto, Rabu (18/7/2018).
Kisah itu berawal pada Senin sore, sekitar pukul 15.30 WIB, saat warga setempat menunaikan salat Asar di masjid tersebut. Salah satu personel Polsek Lakarsantri, ikut menjadi jemaah salat di masjid tersebut.
"Awalnya anggota kami curiga terhadap gerak-gerik pelaku. Dia terlihat mondar-mandir. Setelah itu diamankan dan digeledah tasnya. Isinya ternyata sepatu dan sandal curian. Ada 7 pasang," terang Heri.
Kepada penyidik, Dicky mengakui sudah cukup lama menjalankan aksinya. Modusnya yakni berkeliling naik motor dengan membawa tas ransel.
Sasarannya adalah masjid-masjid yang jemaahnya lumayan banyak. Dicky kemudian mengambil wudu, lantas berpura-pura masuk ke dalam masjid dan ikut nimbrung di barisan jemaah yang salat.
Tapi, sebelum salat selesai, Dicky mundur dari barisan jemaah. Dia kemudian keluar dan mengambil sepatu seorang jemaah lalu dimasukkan ke dalam tas yang sudah disiapkan.
"Pelaku mengaku sudah cukup lama mencuri sandal dan sepatu seperti ini. Hasil curiannya dijual ke pasar bekas," beber Dwi Heri.
Baca Juga: Kenali Modus Dika dan Kiki, Jambret Trik Abu Rokok di Kebon Jeruk
Saat ini, pelaku sudah dijebloskan ke dalam sel tahanan. Polisi menjeratnya dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian. [Achmad Ali]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Buntut 'Nyanyian' Sony Sonjaya, Kejagung akan Klarifikasi Nanik S Deyang di Kasus Korupsi MBG
-
Punya Daya Tarik Rasa dan Visual, Mayoritas Vape di Indonesia Dikemas dengan Desain Ramah Remaja
-
Pelaku Buron, Komisi XIII DPR Desak Negara Hadir Lindungi Perempuan Korban Penyiksaan di Bandung
-
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri
-
Belatung di Kepala, Oneng Murka Wanita di Bandung Disekap 3 Tahun: Jangan Beri Ampun!
-
'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur
-
Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko
-
Arahan Zulhas: Sekolah Elit Tak Perlu MBG, Fokus ke yang Benar-Benar Butuh
-
Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor
-
Megawati, Sinta Wahid, hingga Romo Magnis Berkumpul di Menteng, Ada Apa?