Suara.com - Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Royke Lumowa mengatakan anggota Polantas yang mengatur lalu lintas di sekitar area lokasi Asian Games 2018, akan dibekali pelatihan berbahasa Inggris.
Hal itu, dilakukan Royke terhadap anak buahnya untuk menyambut atlet -atlet dari 45 negara Asia, yang berlaga dalam Asian Games.
"Ada pelatihan-pelatihannya bahasa Inggris praktis. Menanyakan alamat dimana, siapa namanya. Harus naik apa, seperti itu ada pelatihannya," kata Royke di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018).
Selain itu, Royke juga tak menutup kemungkinan menggunakan relawan yang mahir berbahasa Inggris. Untuk nantinya, relawan tersebut ditempatkan di beberapa objek vital yang dilintasi para atlet.
"Ya, kami tak menutup kemungkinan akan menggunakan voluntir-voluntir yang mahir bahasa inggris untuk bisa direkrut," ujar Royke
Royke menyebut untuk anggota lalu lintas Polri turut menjaga dan mengatur lalu lintas di empat wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Sumatera Selatan.
Berita Terkait
-
Soal Timnas U-23 Pakai Apparel China di AG, PSSI Siap "Nurut"
-
Wih! Bersama Timnas U-23, Lilipaly Siap Kalahkan Bali United
-
Harga Tiket Cabor Sepakbola Mahal, PSSI Tak Ada Campur Tangan
-
Bersatu Dalam Asian Games, Dua Korea Bersiap Latihan Gabungan
-
Dibawa Pesawat Hercules, Kirab Obor Asian Games Tiba di Kalsel
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar