Suara.com - Wakil Sekjen PKB Jazilul Fawaid menegaskan bahwa finalisasi koalisi partai pendukung calon presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah hampir rampung. Ia malah menyindir koalisi dari kubu lawan yang masih belum terbentuk.
Jazilul mengatakan, koalisi Jokowi sudah bersifat matang dan akan segera difinalkan untuk pengumuman cawapres. Namun, saat ia melihat kubu koalisi partai pendukung Prabowo Subianto, menurutnya sama sekali tidak memperlihatkan finalisasi meskipun sering terlihat mengadakan pertemuan.
"Iya, sampai hari ini sebelah itu belum ada bentuknya sama sekali. Ada pertemuan-pertemuan, tapi nggak ada bentuknya sampai hari ini," kata Jazilul di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Kamis (2/8/2018).
Oleh karenanya, jika melihat dinamika politik belakangan ini, Jazilul melihat peta konstelasi Pilpres 2019 nanti baru muncul satu nama yakni nama Jokowi.
Sebab menurutnya, hingga menjelang pendaftaran capres-cawapres dibuka, kubu koalisi pendukung Prabowo masih belum mendeklarasikan nama secara resmi. Menurut Jazilul, mereka masih sedang mencari cara untuk mengalahkan Jokowi.
"Mencari bentuk untuk menang, karena Pak Jokowi ini kuat. Jadi mencari bentuk untuk menang," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT