Suara.com - Pendiri PKS yang kini menjadi bakal caleg PDIP Yusuf Supendi meninggal dunia pada Jumat (3/8/2018) pagi. Jenazahnya pun sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kalisari, Cijantung, Jakarta Timur.
Hadir dalam prosesi pengantaran jenazah dari masjid yang berdekatan dengan rumah duka di Jalan Lapan V, RT 12 RW 01, adalah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan mantan Presiden PKS Annis Matta.
Pada kesempatan ini Hasto sempat menceritakan kondisi Yusuf Supendi sebelum meninggal dunia. Pasalnya, dua hari sebelum Yusuf meninggal, ia sempat bertemu dengan Hasto.
"Saya bertemu terakhir dengan beliau (Yusuf Supendi) dua hari yang lalu. Saya bilang, pak kyai tambah kurus, jangan terlalu kerja keras pak, jangan lupa istirahat," kata Hasto kepada Annis saat ikut mengantar jenazah Yusuf Supendi ke TPU Kalisari.
Kemudian Hasto juga menceritakan kegiatan yang dilakukan oleh Yusuf Supendi akhir-akhir ini. Kata Hasto, Yusuf sedang menjaring dukungan dari warga Bogor, sebab ia akan maju pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang.
"Beliau dengan semangat menyampaikan begitu banyak antusiasme masyarakat Kabupaten Bogor terhadap pencalonan beliau," ucap Hasto.
Hasto juga menceritakan apa yang diperbincangkan bersama Yusuf Supendi pada dua hari lalu tersebut. Menurut dia, Yusuf sudah merencanakan untuk mengundang Hasto agar hadir dalam acara Idhul Adha di rumahnya.
"Kami merencanakan hari raya Idul Adha bersama beliau," tandas Hasto.
Yusuf adalah pendiri PKS yang pernah dipimpin oleh Annis Matta. Namun, sebelum meninggal, Yusuf menjadi kader PDIP untuk maju sebagai caleg DPR RI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar