Suara.com - Salah satu pendiri PKS Yusuf Supendi menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (3/8/2018) pagi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Kepergian sang ayah mengagetkan putra sulungnya Fawwaz Abdul Jawwad (32). Ia tak pernah menyangka hal itu terjadi begitu cepat.
Pasalnya, yang dia tahu, pria yang kini tercatat sebagai bakal caleg PDIP itu hanya menderita penyakit gula.
"Yang saya tahu sih sebenarnya bapak itu nggak ada penyakit, tapi ada cuma gula aja," kata Fawwaz di rumah duka, Jalan Lapan V RT.12 RW.01 Nomor. 28 Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Namun, belakangan dia mendengar kabar kalau ayahnya tersebut menderita serangan jantung. Hingga saat ini, dia pun belum mengetahui penyebab pasti ayahnya mendapat serangan jantung.
"Saya mendapatkan kabar itu jam 4 sore, itu bapak saya kena serangan jantung tiba-tiba. Jadi saya juga kurang tahu itu penyebabnya kenapa," katanya.
Dia mengatakan, sebelum terkena serangan jantung, ayahnya tersebut sempat dijadwalkan untuk melakukan cek kesehatan di Rumah Sakit PON Cawang. Dan dari hasil cek kesehatan tersebut, ayahnya menderita penyakit batuk.
"Sempat dirawat. Pertama kan memang jadwalnya itu jam 1 atau jam 2 siang itu check-up di rumah sakit PON Cawang ya. Nah tapi tiba-tiba jam 4 mendadak sakit kena serangan jantung. Pas malemnya itu kan tadinya mau dirujuk RS Pasar Rebo cuma mungkin nggak dapat. Saya dapat kabar jam 1 itu dibawa ke RSCM," beber Fawwaz.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang
-
Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi
-
Bongkar LHKPN AKP Deky: Kasat Narkoba yang Dipecat karena Beking Bandar Ternyata Punya Harta Rp1 M
-
Siti Zuhro Tagih Komitmen Reformasi Polri: Jajaran Harus Setia pada NKRI, Bukan pada Prabowo
-
Balas Ancaman Trump, Iran: Teluk Oman akan Jadi Pemakaman AL AS
-
Sang Adik Ditangkap Tentara Israel, Presiden Irlandia: Saya Sangat Bangga Padanya
-
KPK Diam-diam Periksa Eks Anak Buah Budi Karya dalam Kasus Korupsi DJKA
-
Jakarta Mau Jual Obligasi Daerah, Warga Kini Bisa Ikut Bangun Ibu Kota
-
Kasad Maruli Tegaskan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Permintaan Pemda, Bukan Instruksi TNI
-
Prof Siti Zuhro: Elit Jadi Penghambat Kemajuan, Visi Prabowo Harus Dibuktikan