Suara.com - Wakil ketua MPR Mahyudin menilai, tak ada satu pun peraturan hukum yang melarang ulama berpolitik di Indonesia. Ia sendiri mengakui mendukung ulama bergelut dalam dunia politik, selain mengurusi persoalan agama.
Menurutnya, ulama dan politik di Indonesia selalu beririsan karena banyak warga yang memeluk Islam. Karenanya, adalah sah para ulama berpolitik kalau tujuannya memperjuangkan aturan-aturan seusai syariat.
"Untuk memperjuangkan peraturan-peraturan yang lebih syariah dalam agama Islam, tapi juga tidak bertentangan dengan bangsa Indonesia, Pancasila dan UUD," kata Wahyudin di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jumat (3/8/2018).
Ia memisalnya, kalau ulama terjun ke dunia politik dan mampu memasukkan aspek-aspek syariat ke dalam pasal hukuman bagi koruptor, tentu baik.
"Makanya kalau maling itu kalau di Islam potong tangan, ya kemudian diubah saja undang-undang warisan Belanda itu (KUHP). Ubah saja koruptor potong tangan begitu. Jadi kan tidak perlu menyiapkan penjara macam-macam lagi, sehingga tak ada kasus seperti sel mewah di Lapa Sukamiskin,” terangnya.
Namun, ia mengingatkan bagi para ulama yang ingin terlibat dalam urusan politik agar tidak mengikuti cara berpolitik secara kotor.
"Sangat penting berpolitik itu mepakai etika moral. Berpolitik misalnya menghalalkan segala cara yang tidak benar itu berpolitik menyebarkan fitnah," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek