Suara.com - Polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap keluarga Kapitra Ampera sebagai saksi terkait penyelidikan kasus pelemparan bom molotov di kediaman eks pengacara Rizieq Shihab itu. Saksi yang rencananya akan diperiksa hari ini di yakni istri Kapitra berinisial Y (51) dan seorang asisten rumah tangga juga berinisial Y (31).
"Iya rencananya hari ini mau diperiksa sebagai saksi," kata Kapolsek Tebet Kompol Eko Mulyadi saat dikonfirmasi Suara.com, Selasa (7/8/2018).
Alasan pemeriksaan ini karena keduanya dianggap melihat saat dua terduga pelaku melancarkan teror bom molotov. Namun Eko tidak bisa memastikan apakah kedua saksi ini bisa hadir atau tidak dalam agenda pemeriksaan tersebut.
"Masih belum konfirm soal pemeriksaan keduanya," kata Eko.
Lebih lanjut ia mengatakan, polisi sudah memeriksa Kapitra Ampera sebagai saksi pasca pelemparan bom molotov di rumahnya pada Senin (6/8/2018) malam.
Menurut Eko, pemeriksaan terhadap Kapitra dilakukan agar polisi bisa langsung bergerak melakukan proses penyelidikan. Namun ia mengaku belum melihat keterangan Kapitra Ampera yang dituangkan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
"Oh belum tahu, saya belum lihat BAP-nya, masih di penyidik," kata dia.
Sebelumnya, kediaman Kapitra di Jalan Tebet Timur Dalam VIII, Nomor 16, RT 2, RW 9, Tebet, Jakarta Selatan menjadi sasaran teror bom molotov, Senin malam.
Aksi pelemparan bom molotov itu terjadi saat Kapitra Ampera tak berada di rumah karena sedang melaksanakan salat Isya di Masjid Al Ittihad. Aksi pelemparan bom molotov itu diketahui Y (30), asisten rumah tangga yang bekerja di rumah bakal caleg PDIP itu.
Baca Juga: PAN Gelar Rakernas Tentukan Capres - Cawapres Kamis, 9 Agustus
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim
-
Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem
-
Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?
-
Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP
-
Perkuat Pengawasan Orang Asing di Bali, Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli Dharma Dewata