Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno enggan memberikan komentar perihal mahar Rp 500 miliar yang diberikan kepada Prabowo. Mahar politik itu disebut-sebut menjadi stimulus agar bisa menjadi calon wakil presiden (Cawapres).
Sandiaga Uno mengatakan, saat ini ia masih menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta. Untuk itu, ia tak ingin memberikan komentar lebih lanjut terkait kabar itu.
"Saya mohon maaf yang berkembang kemarin enggak bisa saya komentar," kata Sandiaga Uno saat ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).
Sandiaga Uno pun menjelaskan, sebagai seorang kepala daerah ia dilarang untuk memberikan komentar politik saat masih bertugas di Pemprov DKI Jakarta. Sandiaga Uno hanya ingin menjawab pertanyaan mengenai masalah Jakarta.
"Saya sampaikan saya tidak bisa memberikan pernyataan diluar tugas saya di Pemprov sesuai dengan peraturan KPU, saya artikan sebagai kepala daerah enggak boleh ikut proses politik," tandasnya.
Sebelumnya, Sandiaga Uno dikabarkan maju dalam kontestasi politik Pilpres 2019 mendampingi Prabowo. Sandiaga disebut telah memberikan mahar politik sebesar Rp 500 miliar agar bisa menjadi pendamping Prabowo di Pilpres 2019.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam