Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin mengatakan bahwa partainya bangga dan bersyukur karena istilah JOIN tetap dipakai. Dirinya meyebut istilah JOIN adalah Jokowi - Maruf Amin.
"PKB bangga bersyukur karena JOIN tetap dipakai. Jokowi - Maruf Amin. Singkataknnya tetap JOIN," kata Cak Imin saat mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).
Cak Imin menyebut sosok Maruf Amin sebagai seorang yang memiliki pengalaman dan memiliki kapasitas menyangkut penciptaan karakter bangsa. Dirinya menyebut Maruf Amin adalah sosok yang tepat untuk melakukan revolusi mental bagi bangsa dan negara.
"Revolusi mental yang masih belum berjalan dengan maksimal, Insya Allah dukungan cawapres Kiayi Ma'ruf AminMaruf Amin ini akan mendorong revolusi mental lebih kuat lagi. Karakter, mental, akhlak dan tentu mental bangsa supaya lebih bersatu solid, bahu membahu, tidak ada pembelahan antar umat islam tidak ada konflik satu sama lain," jelasnya.
Cak Imin menyebut Maruf Amin merupakan penopang yang tepat bagi Jokowi untuk bekerja lebih sebagai presiden nantinya.
"Pak Maruf Amin adalah penopang untuk memberi ruang kepada pak Jokowi bekerja lebih giat lagi. Konsentrasi SDM, karakter, revolusi mental, Insya Allah pasangan ini akan menjadi indonesia 2019-2024," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar