Suara.com - Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Istana Kepresidenan turut dimeriahkan oleh sejumlah pesepeda ontel. Para pesepeda ontel itu rela mengayuh sepeda tuanya puluhan kilometer hanya untuk menyaksikan secara langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi inspektur upacara HUT Kemerdekaan RI.
Salah seorang pesepeda ontel, Jaya (40) mengatakan, dengan menyaksikan upacara pengibaran bendera secara langsung memiliki sensasi tersendiri. Sangat berbeda ketimbang menyaksikan dari layar kaca televisi.
"Ya pengen lihat langsung biar lebih puas. Pengen ketemu Pak Jokowi," kata Jaya kepada Suara.com saat ditemui di depan Istana Kepresidenan, Jakartan Pusat.
Jaya bercerita, sejak Jumat subuh sekitar pukul 05.00 WIB, ia bersama kedua temannya yang tergabung dalam komunitas Ontel Oren sudah berangkat dari rumah agar tidak telat ikut upacara.
Dari rumah mereka di Cengkareng, Jakarta Barat setidaknya mereka harus mengayuh sepeda ontel lebih dari 20 kilometer.
Butuh waktu hampir 3 jam untuk sampai di Istana Kepresidenan. Setibanya di lokasi, mereka pun langsung memarkir sepedanya tepat di depan layar besar tak jauh dari pintu masuk Istana Kepresidenan.
Lewat layar besar itu, Jaya dan teman-teman menyaksikan prosesi pengibaran bendera merah putih. Meskipun panas terik menusuk kulit, Jaya seolah dan rekan-rekannya tak peduli dan khusyuk menyaksikan tiap prosesi upacara kemerdekaan.
"Ya walaupun jauh, bisa lihat upacara langsung bisa sudah hilang capeknya. Ini bentuk nasionalisme kami wong cilik," ungkap Jaya.
Menurutnya, perayaan kemerdekaan tahun ini tak semarak tahun-tahun sebelumnya. Kondisi keprihatinan rupiah yang menguat membuat banyak teman-temannya pun absen mengikuti upacara.
"Biasanya banyak teman-teman ikut juga, tapi ini enggak. Katanya mau hemat uang, biaya serba mahal. Mungkin itu juga alasannya kali ya tahun ini di sini sepi," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Prabowo Sentil Bali Kotor, Gubernur Wayan Koster: Sampah Kiriman dari Luar Daerah
-
Politik Luar Negeri Versi Prabowo: Tak Ikut Blok Mana Pun, Harus Siap Hadapi Dunia Sendiri
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana