Suara.com - Polisi Republik Indonesia (Polri) menggelar upacara kenaikan pangkat ke dan dalam Golongan Pati Polri, serta serah terima jabatan para pejabat utama Mabes Polri dan para Kapolda yang bertempat di Rupatama, Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta pada Jumat (7/9/2018). Upacara tersebut dipimpin oleh Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian.
Serah terima jabatan tersebut didasari pada Keputusan Presiden Nomor 75/polri/tahun/2018 Tanggal 4 September 2018 Tentang Kenaikan Pangkat Ke Dan Dalam Golongan Pati Polri Bahwa Sebanyak 23 Pati Polri Dinaikan Pangkatnya.
Dalam kesempatan itu, Tito mengucapkan selamat kepada Pati Polri yang mendapatkan kenaikan pangkat. Dirinya menyebut hal ini merupakan buah dari kerja keras mereka selama ini.
"Saya ucapkan selamat pada rekan-rekan yang mendapatkan kenaikan pangkat. Ini berkat kerja keras kalian semua sekaligus anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Tentunya saya harap dengan kenaikan pangkat dapat mengacu motivasi rekan lainnya," kata Tito di Ruang Rupatama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/9/2018).
Dalam kesempatan itu, sejumlah Pati Polri menerima kenaikan pangkat setelah sebelumnya dimutasi ke jabatan baru. Diantaranya adalah Komjen Pol. Arief Sulistyanto yang kini menjabat sebagai Kabareskrim Polri yang baru.
Arief ditunjuk menggantikan Komjen Pol Ari Dono Sukmanto yang kini menjabat sebagai Wakapolri.
Selain Arief, ada enam perwira lain yang juga mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal atau bintang dua. Di antaranya Kadiv Propam Polri Irjen Pol Listyo Sigur Prabowo, As SDM Polri Irjen Pol Eko Indra Heri, dan Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andi.
Kemudian ada bintang dua juga diterima perwira yang kini menjabat sebagai Kapolda yaitu Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto.
Berikut nama Perwira Yang Naik Pangkat dari Irjen Pol Ke Komjen Pol yaitu Komjen Pol Drs. Arief Sulistyanto. Sedangkan dari Brigjen Pol Ke Irjen Pol, yaitu Irjen Pol Drs. Widodo Eko Prihastopo, M.m., Irjen Pol Drs. Refdi Andri, M.si., Irjen Pol Dr. Eko Indra Heri, Irjen Pol Drs. Purwadi Arianto, M.si., Irjen Pol Drs. Agus Andrianto, S.h., Irjen Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.si.
Baca Juga: Minta Tambahan, Polri Ajukan Anggaran untuk 2019 Rp 120 Triliun
Lalu dari Kombes Pol Ke Brigjen Pol yaitu Brigjen Pol Drs. Mohamad Jupri, Brigjen Pol Drs. Hariadi, S.h., Brigjen Pol Drs. Budi Setiawan, M.m., Brigjen Pol Drs. Agus Riansyah, Brigjen Pol Drs. Idris Kadir, S.h.,M.hum., Brigjen Pol Drs. M. Arkan Hamzah, Brigjen Pol Drs. Edi Setio Budi Santoso.
Selain mereka ada juga Brigjen Pol Drs. Utomo Heru Cahyono, M.si., Brigjen Pol Drs. Heru Pranoto, M.si., Brigjen Pol Drs. Mohamad Aris Purnomo, Brigjen Pol Drs. Agus Irianto, S.h.., M.si., M.h., Brigjen Pol H. Teguh Iman Wahyudi, S.h., M.m., Brigjen Pol Drs. Hendro Pandowo, M.si., Brigjen Pol Nugroho Slamet Wibowo, S.i.k., Brigjen Pol Ibnu Suhaendra, S.i.k., dan Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, S.i.k., M.hum.
Selain mendapatkan kenaikan pangkat, beberapa Pati (Perwira Tinggi) Polri tersebut dinyatakan menduduki jabatan baru diantaranya, As Sdm Kapolri dijabat oleh Irjen Pl Dr. Eko Indra Heri S, M.m, Kakorlantas Polri oleh Irjen Pol Drs. Refdi Andri, M.si, Kapolda Maluku dijabat oleh Irjen Drs. Royke Lumowa, M.m., Kapolda Jatim dijabat oleh Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.si dan Kapolda Kalsel Dijabat oleh Irjen Pol Drs. Yazid Fanani, M.si.
Berita Terkait
-
Bukti Rekaman Deputi BIN, Komnas HAM Yakin Kasus Munir Terungkap
-
Minta Tambahan, Polri Ajukan Anggaran untuk 2019 Rp 120 Triliun
-
10 Ribu Personel Gabungan Bersiap Amankan Asian Para Games
-
Asian Games Nihil Gangguan, Wakapolda: Bukti Soliditas TNI-Polri
-
Selain PNS, Peraih Medali Asian Games Bisa Jadi TNI atau Polri
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Aksi Kamisan ke-900: Keteguhan Sumarsih Mencari Keadilan bagi Sang Anak
-
Ahli Hukum di Sidang Gus Yaqut: Kerugian Negara Harus Ada Sebelum Penetapan Tersangka
-
Ketua Baleg DPR RI Pastikan RUU PPRT Disahkan Tahun Ini, Rieke Pitaloka Usul Momentum Hari Kartini
-
Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Aturan Buka Rekening demi Putus Aliran Dana Judi Online
-
Tak Hanya Outsourcing, Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq juga Kuasai Proyek Makan-Minum di 3 RSUD
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
-
Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas
-
22 Tahun Terkatung-katung, JALA PRT Sebut RUU PPRT Cetak Sejarah Terlama di DPR
-
Sesalkan RI Belum Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, FPI Tunggu Penjelasan Pemerintah