Suara.com - Elite Partai Demokrat menghadiri acara syukuran hari ulang tahun ke-69 Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus HUT ke-17 Partai Demokrat di rumah SBY, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Minggu (9/9/2018) siang.
Dalam acara tersebut, pejabat teras partai berlambang bintang Mercy itu sempat menyanyikan lagu "Ojo podo nelongso" (jangan berkecil hati).
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan sempat menyinggung soal lagu tersebut. Ia mengatakan, lagu itu dinyanyikan untuk menyampaikan pesan jangan marah-marah saat ekonomi tengah lesu.
"Jamane jaman rekoso (zamannya, zaman susah), Urip pancen angel (hidup memang susah), Kudune ra usah ngomel (seharusnya tak perlu marah). Itu soal ekonomi, jadi kalau ekonomi kurang bagus jangan marah-marah," ujar Hinca seusai menghadiri acara di kediaman SBY.
Namun, saat ditanya siapa pihak yang marah-marah soal kondisi ekonomi di Indonesia, Hinca tidak menjawab.
"Tidak, kami hanya bernyanyi. Kalau Dolar AS agak tinggi sedikit, kita diam-diam sajalah," kata dia.
Hinca menjelaskan, dalam acara yang berlangsung tertutup untuk awak media itu, seluruh elite Partai Demokrat melakukan syukuran. Di antaranya dengan memotong tumpeng, bernyanyi, dan sesekali berdiskusi soal partai.
"Sebagai rasa syukur kami tadi ada organ tunggal, kami bernyanyi. Pak SBY tidak menyanyi, kami yang bernyanyi untuk dia," jelas Hinca.
"Terakhir tadi, kami nyanyi sama-sama nama (lagunya) Ojo Podo Nelongso. Lagu ini pesannya mari riang gembira begitu, namanya berpolitik," Hinca menambahkan. [Dwi Bowo Rahardjo]
Baca Juga: Pastikan Pasanganmu Lakukan Hal Ini, Tandanya Dia Cinta Berat
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami