Suara.com - Peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfarabie menyebut generasi milenial atau anak-anak muda tak memandang aspek tokoh kepemimpinan, dalam Pilpres 2019. Karena itu, para bakal capres dan cawapres harus memiliki strategi khusus menggaet suara generasi milenial.
"Kalau mau berebut simpati milenial karena aspek tokoh tidak ada bertahan lama," kata Adjie dalam diskusi bertemakan 'Berebut Suara Milenial' di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018).
Generasi milenial disebut memiliki potensi cukup besar di Pilpres 2019 nanti. Dari hasil survei menyebutkan, sekitar 30 persen pemilih generasi milenial di bawah umur 40 tahun untuk Pilpres 2019.
"Jadi, Jokowi-Ma'ruf mencoba masuk milenial, berusaha simbol-simbol milenial kemudian mengangkat Erick (Thohir) yang bisa menyasar kaum milenial. Prabowo dan Sandi campaign berusaha untuk me-rebranding untuk tujuannya ke sana," ujar Adjie.
Menurut Adjie, saat ini, isu yang cukup mencuat dalam menggaet hati generasi milenial adalah masalah lapangan pekerjaan. Isu tersebut dinilai sebagai isu paling penting di kalangan generasi milenial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya
-
Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?
-
50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?
-
Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja
-
Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia
-
PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan
-
Khotbah Idulfitri Haedar Nashir: Peradaban Modern di Ambang Kehancuran Akibat Ulah 'Predator' Dunia
-
Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan
-
Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi
-
Prabowo Pangkas Anggaran 'Akal-akalan' Rp308 Triliun: Jika Tak Dipotong, Ini ke Arah Korupsi