Suara.com - Bakal calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno membantah apabila telah mempolitisasi kalangan ibu-ibu atau emak-emak menjelang Pilpres 2019. Menurutnya, tim Prabowo-Sandiaga sedang menyerap aspirasi emak-emak yang sering 'curhat' soal tingginya harga barang pokok.
Sandiaga menjelaskan, kata 'emak-emak' itu keluar sendiri dari para perempuan atau ibu-ibu yang kerap kali ditemuinya saat blusukan di beberapa daerah.
"Saya lihatnya, niatnya bukan mempolitisasi tapi menangkap aspirasi mereka (emak-emak). Dan mereka tuh menyebutnya emak-emak gitu, mereka menyebut diri sendiri mereka emak-emak," kata Sandiaga di Gedung Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018).
Bahkan Sandiaga mengaku senang sebagai pencetus gagasan menaikan isu ekonomi dari segi suara 'emak-emak'. Menurutnya hal tersebut menjadi konsep yang menarik untuk dikembangkan.
"Alhamdulillah saya senang sekali, saya yang mengangkat, presiden ngangkat itu juga, pak Jokowi mengakui sendiri dan redefinisikan sendiri, jadi ini diskursus yang menarik tentang ekonomi, tentang kepentingan kaum ibu," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Anggaran Besar, Celah Lebar: Mengapa Pendidikan Selalu Jadi Lahan Basah Korupsi?
-
Terbongkar! SP3 Kasus Nikel Konawe Utara 'Disimpan' 21 Hari oleh Pimpinan KPK Lama
-
Kereta Panoramic Jadi Tren Wisata Baru, Jumlah Penumpang Tumbuh 38,6 Persen Sepanjang 2025
-
Wakapolri Tinjau Arus Balik Libur Nataru, Skema One Way hingga Contraflow Disiapkan
-
Proyek Pengendali Banjir Fatmawati Dimulai, Jalan H. Nawi Bakal Menyempit Selama Setahun
-
Begini Situasi Manggarai Sore Tadi, Tawuran Warga yang Bikin Rute Transjakarta Dialihkan
-
LPSK Berkoordinasi dengan Amnesty Internasional soal Teror Kritik Penanganan Bencana Sumatra
-
KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM
-
Tawuran di Manggarai Berhasil Dibubarkan, Lalu Lintas dan Layanan Transjakarta Kembali Normal
-
BMKG Kalteng Ingatkan Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Warga Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan