Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto usai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (18/9/2018). Mantan grandmaster catur Indonesia mengaku dicecar 11 pertanyaan oleh penyidik KPK terkait kedekatan dengan tersangka Bupati nonaktif Purbalingga Tasdi.
"Ya, Hubungan bagaimana disana di lapangan," kata Utut di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/9/2018).
Utut menambahkan dirinya memang dalam pemilihan calon legislatif satu daerah pemilihan dengan Tasdi di Purbalingga. Utut pun enggan menjawab pertanyaan awak media terkait detail pemeriksaan. Menurutnya semua sudah disampaikan ke penyidik.
Menurut Utut, Tasdi memang dikenal akrab dengan kader - kader PDI Perjuangan.
"Saya sangat bersimpati. Memang dia orang baik. Tetapi memang ada kekeliruan jalan saja oke ya cukup ya," ujar Utut.
Utut usai diperiksa sebagai saksi kasus suap pengadaan barang dan jasa Pemkab Purbalingga, Jawa Tengah, tahun anggaran 2017-2018. Untuk diketahui, selain Tasdi, KPK sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, di antaranya yakni Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Purbalingga Hadi Iswanto. Ia diduga sebagai penerima suap.
Sementara Hamdani Kosen, Librata Nababan, dan Ardirawinata Nababan, ketiganya dari pihak swasta, menjadi tersangka pemberi suap. Tasdi sendiri menjadi tersangka karena diduga menerima Rp 100 juta dari pemenang proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap II tahun 2018.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal