Suara.com - Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama masyarakat mengadakan ritual doa bersama untuk menghalau harimau Sumatera yang turun di kawasan Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.
"Hari ini tim turun ke lokasi dengan pawang harimau dan mereka melakukn doa bersama. Itu bagian dari cara-cara spiritual yang dilakukan pawang harimau, dibeberapa lokasi ritual seperti itu berhasil," kata Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo yang dihubungi Sabtu (22/9/2018) malam.
Tim BKSDA terdiri tiga lima petugas dan delapan orang warga menuju lokasi yang sebelumnya dilaporkan ada penampakan empat ekor harimau Sumatera di jalan setapak yang berjarak sekitar 6 km dari permukiman penduduk.
Di lokasi tersebut sejumlah pengemudi truk berhasil mengabadikan gambar dan vidio empat ekor harimau menghadang di tengah jalan saat menuju kebun sawit, namun yang terlihat jelas dari gambar hanya tiga ekor.
Sapto menyampaikan, menghalau harimau pergi dari kawasan itu adalah tujuan tim turun, apabila upaya itu tidak berhasil, maka akan ada langkah pengusiran seperti meledakkan petasan agar harimau pergi dari lokasi itu.
"Rencananya hari ini tim kita akan memasang kamera untuk memantau, tetapi hasil tinjauan hari ini hasilnya nihil, tidak ada harimau di lokasi itu, kalau nanti dia kembali maka akan diketahui," jelasnya seperti dilansir Antara.
Dilokasi tersebut tim melakukan pemeriksaan menyisir kawasan hutan untuk memastikan tidak ada perangkap harimau ataupun melihat tanda-tanda pernah terjadinya konflik satwa dengan masyarakat di lokasi itu.
Meski demikian, kata Sapto lokasi tersebut sudah menjadi wilayah pantauan pihaknya untuk mengambil langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi konflik satwa dengan manusia.
Namun, sepintas hasil monitoring tidak ditemukan tanda-tanda demikian, malahan tidak ada yang melaporkan ternak mati dimakan harimau atau pun ada jejak sisa daging yang pernah dimakan harimau sehingga tim memastikan lokasi itu tidak ada konflik.
Baca Juga: Cikarang, Area Terbanyak Dicari Pembeli Rumah di Bekasi
"Kalau memang nanti harimau itu muncul lagi, apalagi sampai mengancam penduduk, maka pilihan terakhir kita melakukan penangkapan. Tapi sejauh ini belum dan akan terus kita pantau," demikian Sapto Aji Prabowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi