Suara.com - Partai Demokrat akan bertindak tegas kepada anggota DPRD Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Oktavianus Holo yang ditangkap polisi saat pesta sabu di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat. Kalau terbukti, Partai Demokrat tak segan untuk memecatnya.
Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengakui sudah mengetahui penangkapan kadernya. Namun, Demokrat masih akan melakukan pengecekan mengenai kebenaran kabar tersebut, salah satunya ialah menunggu informasi resmi dari kepolisian.
"Kami akan cek, tapi mungkin juga akan menunggu rilis resmi polisi," kata Jansen kepada wartawan, Rabu (26/9/2018).
Semisalkan informasi tersebut valid dan membuktikan bahwa yang ditangkap oleh kepolisian merupakan kader Demokrat serta terbukti menggunakan narkoba, partai langsung mengeluarkan keputusan tegas.
"Jadi kalau benar kader Demokrat dan betul pakai narkoba, statusnya misalnya naik jadi tersangka akan kami berhentikan," pungkasnya.
Untuk diketahui, Oktavianus Holo, anggota DPRD Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, ternyata selama dua tahun terakhir telah menjadi pengguna narkoba.
Politikus Partai Demokrat itu juga telah dinyatakan positif sebagai pengguna sabu-sabu berdasarkan hasil pemeriksaan urine.
"Pengakuan dia (Oktavianus) dua tahun. Sudah lama tidak pakai, terus kembali memakai," kata Kanit II Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Arif Oktora di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (26/9/2018).
Oktavianus yang masih terpengaruh efek sabu-sabu mendadak sadar ketika polisi menyergap salah satu kamar hotel di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, yang digunakan untuk berpesta sabu. Dalam kamar hotel itu, polisi juga meringkus teman wanita Oktavianus berinisial HH (23).
Baca Juga: Pochettino Yakin Spurs Bakal Main di Stadion Baru Sebelum Natal
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman