Suara.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago menyebut dukungan dari Gusdurian sangat berpengaruh besar terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.
Gusdurian sendiri merupakan sebutan untuk para murid, pengagum, dan penerus pemikiran serta perjuangan mantan Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
"Dukungan dari Gusdurian. Semua pengikut-pengikut, simpatisan dan pengurus-pengurus dari Gusdurian kemarin sudah menyatakan dukungannya kepada pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin. Tentu ini besar sekali artinya bagi kita, bagi kami," ujar Irma di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (27/9/2018).
Politisi Partai Nasdem itu meyakini 99 persen kalangan Nahdlatul Ulama (NU) akan kompak mendukung Jokowi-Ma'ruf.
"Artinya bisa dibilang 99 kawan-kawan dari NU itu insyaallah akan solid kepada kami, kepada kita," kata dia.
Sebelumnya, puteri mendiang Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid memutuskan mendukung pasangan nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin.
Keputusan Yenny untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin pun mewakili atas suara dari sejumlah organisasi yang tergabung dalam Konsorsium Kader Gus Dur.
Adapun sembilan organisasi yang tergabung dalam Konsorsium Kader Gus Dur yang hadir kala itu yakni Forum Kiai Kampung Nusantara, Alumni Mahasiswa Timur Tengah, Satuan Mahasiswa Nusantara (Samara), Milenial Political Movement, Komunitas Santri Pojokan, dan Jaringan Perempuan untuk NKRI.
Selain itu, keputusan Yenny untuk mendukung Jokowi-Marif Amin pun mewakili keluarga besar Gus Dur.
Baca Juga: Valverde Tanggung Jawab Penuh Atas Kekalahan Mengejutkan Barca
Berita Terkait
-
Rangkul Yenny Wahid, Jokowi Belum Tentu Dapat Semua Suara dari NU
-
Jokowi Akan Hadir di Rapimnas PPP di Asrama Haji Pondok Gede
-
Jokowi Minta Iklan Asian Games Diganti dengan Asian Para Games
-
Jokowi Target Indonesia Masuk 8 Besar di Asian Para Games 2018
-
Yenny Wahid Dukung Jokowi, Tim Jokowi: Suara Prabowo Bisa Kempes
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi