Suara.com - Prof Dr Mohammad Mahfud MD dikukuhkan Komisi Informasi Pusat sebagai Duta Keterbukaan Informasi Publik. Penguhan ini dilakukan di Silang Timur Monas, Jakarta Pusat, Minggu (30/9/2018).
Ketua Komisi Informasi KI Pusat Gede Narayana menilai, Mahfud MD memiliki kepedulian pada keterbukaan publik dilihat dari saat memberikan materi di sejumlah kegiatan menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas.
"Sudah mengenal rekam jejak beliau dalam menyampaikan orasi dan ceramah tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Beliau akan mensosialisasikan, mengedukasi dan memberi advokasi," kata Gede.
Di tempat yang sama, Mahfud mengucapkan terima kasih atas pengukuhannya tersebut. Ia berharap kedepannya keterbukaan informasi bisa dibudayakan sehingga membawa Indonesia menjadi negara dengan keterbukaan informasi yang lebih baik lagi.
“Saya sebenarnya nggak tahu apa kriteria penilainnya. Tapi saya mengucapkan terima kasih atas hal ini. Keterbukaan informasi harus terus dibudayakan untuk keberlangsungan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Pengukuhan duta komunikasi ini bertepatan dengan hari Hak Untuk Tahu atau Right to Know Day Internasional. Acara ini merupakan peringatan tentang kampanye keterbukaan informasi publik berskala internasional yang diperingati di seluruh dunia.
Di mana masyarakat mendapatkan akses informasi publik pada badan publik yang akurat, benar dan tidak menyesatkan sesuai aturan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!