Suara.com - Calon Presiden nomor 2 Prabowo Subianto mengatakan, belum saatnya ia berkunjung ke wilayah bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Prabowo mengakui khawatir apabila kunjungannya tersebut malah merepotkan seluruh petugas yang sedang menangani para korban. Terlebih, dirinya juga takut apabila masyarakat menilai kunjungannya itu hanya untuk pencitraan.
"Tidak berarti saya tidak setia kawan. Tapi mereka aparat butuh ketenangan. Kalau kami datang ke sana malah bisa merepotkan dan saya tidak mau dipolitisasi," kata Prabowo di kediamannya Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (1/10/2018).
Oleh karenanya, Prabowo berinisitif memanggil seluruh petinggi partai Koalisi Indonesia Adil dan Makmur beserta sayap-sayap partai untuk menggalang dana donasi serta menghimpun relawan yang siap untuk terjun langsung ke lokasi bencana.
Prabowo juga mengungkapkan, pihaknya memiliki tim medis, relawan serta pemuda-pemuda yang siap disediakan untuk membantu pemerintah menolong para korban bencana.
"Jadi saya dan Pak Sandiaga setiap saat kami siap untuk dipanggil oleh pemerintah untuk melihat seandainya pemerintah ingin menggunakan beberapa resources yang ada pada kami," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!