Suara.com - Nama Ratna Sarumpaet ternyata tak lagi ada dalam daftar Senior Advisor Women Playwrights International Conference 2018 yang digelar di Santiago, Chile.
Sebelumnya, Ratna mengklaim hendak pergi ke Chile menggunakan dana sumbangan Pemprov DKI Jakarta senilai Rp 70 juta, karena diundang sebagai penasihat senior (Senior Advisor) acara WPIC 2018.
Klaim itu dilontarkan Ratna Sarumpaet sesaat setelah dirinya ditangkap aparat kepolisian di Bandara Soekarno – Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/10) malam, ketika hendak pergi ke Chile. Ia ditangkap karena menjadi tersangka kasus penyebaran berita bohong alias hoaks.
Dalam newsletter WPIC 2018 yang diterbitkan panitia acara bulan Oktober 2018, tak ada nama Ratna Sarumpaet dalam deretan Senior Advisor WPIC 2018 Santiago de Chile.
Dalam barisan Seniors Advisors WPIC 2018, hanya satu nama dari wilayah Asia, persisnya India, yakni Jyoti Mhapsekar.
Selain Jyoti, nama-nama yang termasuk Seniors Advisors acara itu ialah Anna kay France (USA), Kynn Hayes (USA), Linda Parris Bailey (USA), Julie Holledge (UJ/Australia), Sandra Shotlander (Australia), Lene Therese Teigen (Norway), dan Chaterine Fitzgerald (Australia).
Penelusuran sebelumnya, dalam newsletter lain yang diterbitkan bulan Agustus 2018, masih ada nama Ratna Sarumpaet.
Sebelumnya, Ratna Sarumpaet menegaskan, dirinya mau pergi ke Chile melalui Bandara Soekarno – Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/10) malam, bukan untuk kabur setelah dilaporkan ke polisi terkait hoaks penganiayaan.
Ia menuturkan, dirinya pergi ke Chile untuk menghadiri acara pertemuan perempuan penulis naskah drama sedunia hingga tanggal 10 Oktober.
Baca Juga: Real Madrid Kalah dari Alaves, Julen Lopetegui Dipecat?
”Saya sebenarnya sebagai senior advisor konferensi itu. Jadi para penulis internasional itu saya di sana semacam senior advisor-nya. Jadi saya diundang khusus untuk membuka. Saya juga resmi ke sana itu, pakai dana Dinas Kepariwisataan DKI Jakarta. Jadi ini resmi lho, yang mendanai itu kantor kegubernuran,” tuturnya kepada Suara.com via telepon, Kamis malam.
Ratna Sarumpaet mengatakan, dirinya diundang dalam acara itu karena pernah terlibat menyiapkan konferensi perkumpulan itu di Jakarta, tahun 2007.
”Zamannya Pak Sutiyoso (eks Gubernur Jakarta), kita bisa menghadirkan Nawal El Sadaawi (perempuan novelis sekaligus feminis asal Mesir). Karena itulah pemprov sekarang membiayai saya untuk menghadiri undangan di Chile,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa