Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku tidak senang dengan kebijakan Bank Sentralnya, yakni Federal Reserve atau The Fed. Salah satunya terus menaikkan suku bunga acuannya.
Menurut Trump, ekonomi Amerika Serikat tidak memiliki masalah inflasi. Bank sentral juga dinilai Trump bergerak terlalu cepat dalam upaya untuk membatasi kenaikan harga.
"Saya pikir kita tidak harus pergi secepat itu. Saya tidak ingin memperlambatnya bahkan sedikit," ujar Donald Trump seperti dilansir dari CNBC, Rabu (10/10/2018).
Trump menambahkan bahwa dia belum berbicara dengan Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang langkah bank sentral untuk menaikkan suku bunga.
The Fed menaikkan suku bunga acuannya menjadi seperempat poin pada bulan September, dan meningkatkan harapan untuk pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini dan tahun depan.
"Khawatir tentang fakta bahwa mereka sepertinya suka menaikkan suku bunga, kita dapat melakukan hal-hal lain dengan uang," kecam Trump.
Kritik historis yang langka oleh presiden diambil di Capitol Hill dan Wall Street sebagai penghinaan terhadap independensi bank sentral dari tekanan politik.
Suku bunga telah meningkat selama beberapa minggu terakhir, dengan catatan Treasury 10-tahun benchmark - barometer untuk utang perusahaan dan tingkat hipotek yang naik ke level tertinggi dalam lebih dari tujuh tahun.
Para ahli obligasi telah menunjukkan data ekonomi yang kuat, tanda-tanda inflasi dan banjir penerbitan utang sebagai alasan meningkatnya suku bunga.
Baca Juga: Cedera, Karim Benzema Terancam Absen di Laga El Clasico
Suku bunga mengambil lonjakan terbaru mereka lebih tinggi di tengah laporan Jumat yang menunjukkan tingkat pengangguran terendah dalam 49 tahun yang bersamaan dengan kenaikan upah.
Laporan ini menambah pandangan yang sekarang tersebar luas bahwa pasar tenaga kerja sudah tersedia dan menunjukkan upah mulai meningkat lebih tinggi. Ini bisa menjadi kekhawatiran bagi pejabat Fed untuk mencoba menjaga inflasi.
Mengikuti langkah bank sentral untuk menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini, Ketua Fed Powell mengatakan kebijakan moneter AS 'jauh dari netral' menunjukkan tingkat suku bunga depan memiliki ruang lebih untuk naik.
"Suku bunga masih akomodatif, tetapi kami secara bertahap pindah ke tempat di mana mereka akan netral.Kita bisa melewati netral, tetapi kita jauh dari netral pada titik ini, mungkin," tutup Powell.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Geger Pistol dan CD Porno di Sekolah Harapan Ibu: 580 Siswa PJJ; Yayasan Lapor KPAI dan DPR
-
3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
-
Promo Indomaret Terbaru Hari Ini 9 Agustus 2026, Susu dan Perlengkapan Balita Diskon Besar
-
6 Skin Tint yang Cocok untuk Kulit Kering dan Dehidrasi, Hasil Makeup Lebih Nyatu
-
Alur Gila 'The Scarecrow': Trauma Lama, Pembunuh Berantai dan Misteri Gelap
-
Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat
-
5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam
-
Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman
-
7 Negara di Asia yang Merayakan Kemerdekaan pada Bulan Agustus, Tak Cuma Indonesia