Suara.com - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik ikut berkomentar mengenai slogan "Make Indonesia Great Again" yang sempat diucapkan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Slogan tersebut ramai diperbincangkan, kubu Jokowi – Ma’ruf bahkan menyebut Prabowo tidak kreatif karena menilai slogan tersebut meniru Presiden Amerika Serikat Donald Trump, 'Make America Great Again’.
Terkait itu,Taufiq tak ambil pusing soal kemiripan slogan tersebut. Dirinya berpendapat slogan yang diucapkan Ketua Umum Partai Gerindra merujuk pada fakta dan kondisi Indonesia saat ini.
"Itu kan soal mirip-mirip. Kalau faktanya begitu terus mau apa?" kata Taufik di Sekretariat Nasional Prabowo - Sandiaga di Jalan HOS Cokroaminoto 93, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018).
Taufik kemudian menyinggung kubu sebelah, yakni kubu Capres - Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini menuding kubu Jokowi panik kalau kubu Prabowo - Sandiaga mulai bergerak.
"Kadangkala orang kita ini ketika kalah start, terus banyak macem-macemnya. Contoh ketika Sandi mengeluarkan partai emak-emak, kemudian kelompok sebelah sana mengatakan jangan lah, tidak boleh, dilarang, pakailah kata Ibu Bangsa dan segala macem. Ribet banget, gitu lho. Jadi apa yang kita perbuat pasti dia terkejut," jelasnya.
"Kalian pikir saja, kalau posisi kalian sekarang. Kalian mau berbuat apa pada Bangsa? Gitu aja. Mau dibiarkan kaya gini?Dollar naik diatas 15 ribu dia bilang belom apa-apa. Mau sampai 17 ribu atau bagaimana?" Taufiq menambahkan.
Berita Terkait
-
Sebut Prabowo Tak Serius, Politikus Demokrat Bela Rekannya
-
Tak Sepakat Prabowo Disebut Pemalas, PKS Minta Demokrat Solid
-
Politikus Demokrat Anggap Prabowo Tak Serius Jadi Calon Presiden
-
Prabowo Minjam Makna Slogan Donald Trump, Idola Tetap Bung Karno
-
Disebut Tiru Slogan Donald Trump, Begini Penjelasan Kubu Prabowo
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora
-
3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?
-
Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!
-
Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan
-
Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara