Suara.com - Pengkhotbah beken Abdullah Gymnastiar mengklaim gempa iman lebih berbahaya ketimbang gempa bumi yang terjadi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Hal tersebut ia tuturkan dalam tablik akbar di Masjid Agung Al Mujahidin Selong, Lombok, NTB, Minggu (21/10/2018).
” Gempa iman lebih bahaya ketimbang gempa bumi,” kata AA Gym seperti diberitakan Lombokita.com—jaringan Suara.com.
Ia menjelaskan, adanya masyarakat yang meninggal, luka-luka dalam bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok merupakan ketetapan Tuhan.
Aa Gym menuturkan, orang yang tertimpa reruntuhan bangunan karena gempa kemudian meninggal dunia husnul khotimah, karena yang meninggal orang baik.
Begitu juga halnya dengan orang meninggal karena melahirkan dan membela keluarganya, merupakan mati dalam husnul khotimah dan meninggalnya baik. Dengan begitu, tentunya akan mendapatkan ganjaran dari Allah.
”Orang yang meninggal karena musibah gempa tentunya mati dalam husnul khotimah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, pemimpin Ponpes Darul Tauhid tersebut meminta agar jangan berburuk sangka terhadap gempa ini. Karena sekian banyak orang menjadi soleh dan beriman akibat gempa tersebut.
”Gempa ini terjadi atas perintah Allah, bukan karena adanya lempengan bumi, sehingga tentunya harus terima sebagai umat yang beriman. Sambil melakukan ikhtiar bagaimana membuat gempa ini menjadi lebih baik,” pinta AA Gym.
Baca Juga: KPU: Belum Ada Wacana Debat Capres - Cawapres di Kampus
Berita ini kali pertama diterbitkan Lombokita.com dengan judul ”AA Gym : Gempa Iman Paling Bahaya Ketimbang Bencana Gempa Bumi”
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Saksi Kasus Suap Ijon Bekasi, Istri H.M Kunang Dicecar KPK Soal Pertemuan dengan Pengusaha Sarjan
-
Jaga Stabilitas Harga Daging Jelang Ramadan di Jakarta, Dharma Jaya Impor Ratusan Sapi
-
Santunan Korban Bencana Sumatra Disalurkan, Mensos Sebut Hampir Seribu Ahli Waris Terbantu
-
PDIP Sebut 100 Persen Warga Indonesia Bisa Mendapatkan BPJS Gratis, Begini Kalkulasinya
-
Adu Mulut Menteri Keuangan dan Menteri KKP Bikin PDIP Geram: Jangan Rusak Kepercayaan Pasar!
-
Wamensos Agus Jabo Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Sragen
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Korban Penganiayaan di Cengkareng Kini Dilaporkan Balik Pelaku
-
Pemerintah Kucurkan Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu Per Bulan, Pembangunan Huntap Capai 15.719 Unit
-
Sengketa Lahan Bendungan Jenelata di Gowa, BAM DPR Desak Penyelesaian yang Adil bagi Warga
-
Suara.com dan PLN Kupas Tuntas Kendaraan Listrik di Jabar, Ini Fakta Terbarunya