Suara.com - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan menyatakan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Kerawang, membawa rombongan Pegawai Sipil Negara atau PNS.
"Pesawat tersebut ditumpangi sejumlah rombongan ASN dari beberapa instansi, namun kami ingi pastikan data penumpangnya," katanya di Pangkalpinang, Senin (29/10/2018).
Ia meminta kepada anggota keluarga untuk saling berbagi informasi terkait kecelakaan pesawat Lion Air dan memastikan jumlah PNS yang ada di dalam pesawat tersebut.
"Saya sudah mendapat informasi pasti dari Basarnas bahwa pesawat sudah dipastikan jatuh di Tanjung Kerawang," katanya.
Sebelumnya juga sempat beredar kabar bahwa rombongan Bawaslu Babel menumpang pesawat Lion Air tersebut. Namun setelah ditelusuri kebenarannya, ternyata rombongan Bawaslu yang pulang dinas luar baru akan terbang pada siang ini dengan menggunakan pesawat Sriwijaya. (Antara)
Berita Terkait
-
Lion Air Jatuh, 20 Pegawai Pajak Ada di Dalamnya
-
Keluarga Korban Lion Air JT610 Diberangkatkan ke Jakarta
-
Pesawat Lion Air yang Jatuh Dibeli Agustus 2018, Jam Terbang 800
-
Seharusnya Paripurna, 6 Anggota DPRD Jadi Korban Lion Air JT 610
-
Lion Air Jatuh, Menteri Perhubungan Meluncur ke Terminal 1 Soeta
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Main Mata Nilai Pajak, Oknum Pegawai DJP Tak Berkutik Terjaring OTT KPK
-
LBHM Beri 4 Catatan 'Pedas' untuk Indonesia yang Baru Saja Jadi Presiden Dewan HAM PBB
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
Kasus Isu Ijazah Palsu Jokowi, PSI Desak Polisi Segera Tahan Roy Suryo Cs
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji