Suara.com - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik meminta agar PKS bisa mempersiapkan kader terbaiknya untuk mengisi kursi wakil gubernur DKI Jakarta, pengganti Sandiaga Uno. Taufik minta kader pilihan PKS bisa memahami pemerintahan dan isu terkait Jakarta.
Meniurut Taufik, memimpin ibu kota bukanlah hal yang mudah. Pengganti Sandiaga Uno yang maju di Pilpres 2019 harus menguasai banyak hal agar bisa membantu kerja Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Saya kira harus yang memahami soal Jakarta. Paham soal Jakarta, kedua saya kira paham soal pemerintahan," kata Taufik saat ditemui di Kantor DPD Gerindra DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018).
Wakil Ketua DPRD Jakarta ini menerangkan, sebagai wagub DKI memahami masalah birokrasi dan pemerintahan saja tidak cukup. Hal itu dinilai percuma jika tidak dibarengi dengan pengetahuan yang cukup soal Jakarta.
"Soal pemerintahan saja nggak cukup kalau nggak paham soal Jakarta," ungkap Taufik.
Setelah hampir 3 bulan kursi wagub DKI kosong, Gerindra akhirnya menyerahkan kursi itu untuk diisi oleh PKS. Keputusan itu diambil sesuai dengan perintah dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Berita Terkait
-
Sah! Calon Pengganti Wagub DKI Sandiaga dari PKS, Bukan Gerindra
-
Pidato Prabowo Tampang Boyolali Bikin Heboh, Ini Kata Sandiaga
-
Sebut Prabowo Asu, Bupati Boyolali akan Dilaporkan ke Polisi
-
Bahas Pengganti Sandiaga dengan PKS, Taufik Direstui Prabowo
-
Bahas Kursi Wagub DKI, PKS Pastikan Hadiri Undangan Gerindra
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab