Suara.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meluncurkan buku berjudul Paradoks Indonesia edisi format braile khusus untuk penyandang disabilitas. Peluncuran buku berformat braile itu menjadi salah satu bentuk perhatian Prabowo kepada masyarakat penyandang disabilitas khususnya tunanetra.
Peluncuran buku itu diwakili oleh Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo dan istri dari Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno, Nur Asia Uno.
Seraya peluncuran, buku itu langsung diserahkan kepada perwakilan Komunitas Disabilitas Indonesia DKI Jakarta di Prabowo-Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (16/11/2018).
Hashim menjelaskan bahwa pembuatan buku Paradoks Indonesia sudah dipikirkan sejak lama. Akan tetapi, buku tersebut baru terwujudkan karena proses pembuatan buku berformat braille yang cukup memakan waktu.
"Enam bulan yang lalu diajukan ke saya. Memang perlu waktu untuk menerjemahkan dalam braille dan untuk mencetak dalam braille," kata Hashim.
Adik kandung Prabowo Subianto itu mengungkapkan bahwa adanya buku Paradoks Indonesia berformat braille menjadi wujud dari kepedulian serta mengabdi kepada komunitas disabilitas.
Di saat yang bersamaan, Nur Asia Uno menjelaskan bahwa dirinya sangat mendukung peluncuran buku tersebut. Menurutnya peluncuran buku berformat braille itu dapat membantu masyarakat penyandang disabilitas dapat mengetahui soal pandangan Prabowo melihat kondisi negeri.
"Buku ini menjadi solusi bagi para disabilitas tuna netra yang tersebar di seluruh Indonesia, yang ingin tahu tentang pandangan, permasalahan, serta solusi untuk indonesia di mata Bapak Prabowo Subianto sebagai capres kita," kata Nur Asia.
Baca Juga: SMRC: Kekuatan Politik Aksi Reuni 212 Tak Lagi Besar
Berita Terkait
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!
-
Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara
-
Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia
-
Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?
-
Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
-
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global
-
Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas