Suara.com - Ratusan warga yang terdampak bencana angin puting beliung di Kota Bogor, membutuhkan bantuan sandang dan pangan. Selain itu membutuhkan popok bayi.
Pasalnya, sampai kekinian, warga baru menerima bantuan nasi boks. Selain bahan makanan, warga juga membutuhkan bantuan berupa pakaian dan perlengkapan bayi karna hampir seluruh perlengkapan mereka basah.
"Baru dapet nasi boks saja tadi, kalau terpal, baju sama lain-lain belum dapat," kata Jumiati (30), warga RT 01 RW 07, Kelurahan Batu Tulis, Bogor Selatan, Kota Bogor, kepada Suara.com, Jumat (7/12/2018).
"Saya punya bayi, kasihan nggak ada baju sama popok basah semua kemarin kena hujan. Tadi aja saya minjem ke tetangga," lanjut Jumiati.
Hal serupa juga diungkapkan Nani (38), warga RT 03 RW 07, Kelurahan Batu Tulis, Bogor Selatan, Kota Bogor. Tidak hanya bantuan, warga juga mengeluhkan aliran listrik yang hingga kekinian masih padam.
"Tolong dong listriknya kapan nyala, banyak yang masih padam. Semalam aja gelap gulita," ucap Nani.
Seperti diketahui, angin puting beliung melanda sejumlah wilayah di Kota Bogor, Jawa Barat pada Kamis 6 Desember 2018 kemarin. Sedikitnya ada 800 bangunan rumah warga rusak akibat tersapu angin.
Selain itu, bencana tersebut juga mamakan korban jiwa bernama Enny Reno (45). Enny tewas lantaran mobil yang dikendarainya tertimpa pohon tumbang.
Kontributor : Rambiga
Baca Juga: Ini Tanda - tanda Puting Beliung Akan Datang Menerjang
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Geger Temuan PPATK, Rp992 Triliun Perputaran Duit Tambang Emas Ilegal, Siapa 'King Maker'-nya?
-
Pigai Akui Uang Pribadi Terkuras karena Kementerian HAM Tak Punya Anggaran Bansos
-
Saksi Ungkap Ada Uang Nonteknis dan Uang Apresiasi dalam Pengurusan Sertifikasi K3 di Kemnaker
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku
-
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri