Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyangkal pernyataan Polda Metro Jaya jika Novel Baswedan tak kooperatif terkait penyelidikan kasus teror air keras yang menimpanya.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan Novel penyidik Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap Novel pada 14 Agustus 2017 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura.
Terkait hal ini, Febri pun mempertanyakan pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono yang menyebutkan kalau Novel belum pernah diperiksa sebagaimana yang diberitakan oleh beberapa media.
"Sehingga agar tidak keliru dipahami masyarakat, maka informasi tersebut perlu kami klarifikasi. Penyidik Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap Novel pada 14 Agustus 2017 di KBRI Singapura," kata Febri di Jakarta, Rabu (12/12/2018).
Menurutnya, pemeriksaan terhadap Novel yang dilakukan di Singapura itu juga setelah ada koordinasi antara pejabat Polri dan pimpinan KPK. Kata Febri, ketika itu pimpinan KPK turut mendampingi saat menjenguk Novel yang menjalani operasi mata di salah satu rumah sakit di Singapura.
"Saat itu dua pimpinan KPK, termasuk Ketua KPK mendampingi sekaligus menjenguk Novel yang sedang menjalani perawatan mata di RS di sana," kata Febri.
Febri malah sangat khawatir jika Novel dibebankan untuk bisa membuktikan sendiri siapa pelaku yang telah menyerangnya menggunakan air keras. Sejauh ini, masyarakat pun masih belum tahu perkembangan kasus Novel di kepolisian.
"Sampai saat ini telah lebih 600 hari sejak 11 April tahun lalu, siapa penyerang Novel masih gelap. Sangat aneh jika beban justru diberikan pada Novel untuk membuktikan siapa penyerangnya," pungkasnya.
Untuk diketahui, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, mengatakan kalau penyidik Polda Metro Jaya menyebutkan belum mendapatkan keterangan untuk pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP) dari penyidik KPK, Novel Baswedan guna mengungkap pelaku penyiraman air keras.
Baca Juga: Buntut Pembakaran Polsek Ciracas, Kapendam Jaya: Anggota TNI Tahan Diri
"Sampai sekarang belum mendapatkan itu (keterangan Novel)," kata Argo di Jakarta, Selasa (11/12) kemarin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno