Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menandatangai komitmen implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi.
MoU pendidikan antikorupsi ini disepakati KPK bersama empat institusi, yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kemenristek Dikti dan Kementerian Agama.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyampaikan, pendidikan antikorupsi nanti dimasukkan dalam kurikulum pendidikan yang diajarkan di sekolah-sekolah. Terkait substansi pendidikan antikorupsi sudah berjalan di sektor pendidikan.
"Sekarang perdebatannya adalah masuk pelajaran baru atau di sisipkan/diinsersi, itu pilihan saja," kata Saut ditemui di sela-sela Rakornas Pendidikan Anti Korupsi di Hotel Kartika Chandra, jakarta, Selasa (11/12/2018).
Menurutnya, yang terpenting adalah nilai-nilai anti korupsi diajarkan di sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi. Jika tidak menjadi mata pelajaran baru, bisa disisipkan pada mata pelajaran yang sudah ada.
"Yang terpenting nilai-nilai antikorupsi, semua materi bisa diinsersi. Misalnya di pelajaran Kimia, PPKN, Biologi hingga Kedokteran," ujar dia.
KPK memiliki 9 nilai integritas yang merupakan kurikulum untuk pendidikan anti korupsi untuk tingkat sekolah hingga perguruan tinggi. Dengan begitu, nilai-nilai itu menjadi bekal karakter generasi bangsa ke depan yang berintegritas.
"Yang paling penting adalah murid menerima sebagai virus-virus integritas itu, sehingga mereka nanti setelah bekerja, setelah menjadi apapun tidak hanya dipengaruhi dari afektifnya saja. Jadi tidak hanya bisa menggambar, tapi kognitifnya juga, itu yang paling penting karakter integritasnya. Itu yang selama ini terlupakan," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos