Suara.com - Warga dihebohkan dengan penemuan sesosok bayi berkelamin perempuan yang tergeletak di sebuah warung di Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Jawa Timur. Diduga, bayi malang itu dibuang setelah baru lahir, karena masih terlihat ari-ari yang terlilit di pusarnya.
Seorang lelaki paruh baya bernama Ponidi (65) menceritakan pertama kali menemukan bayi itu saat dirinya menuju ke sawah untuk berladang. Namun, di tengah perjalanan tepatnya di sebuah warung, Ponidi melihat ada sebuah benda yang dibungkus kain selendang.
Lantaran penasaran, kakek Ponidi kemudian mendekati bungkusan itu. Dia pun terperangah, saat melihat isi bungkusan itu ternyata adalah sesosok bayi perempuan.
"Kuatir keselamatan bayi saya langsung menghubungi Pak Kasun, atau Kepala Dusun Sumardi. Untuk melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian," kata Ponidi seperti dikutip Beritajatim.com, Jumat (28/12/2018).
Setelah melaporkan kepada warga sekitar, akhirnya bayi perempuan itu yang diduga sengaja dibuang orang tuanya itu lalu dibawa ke Puskesmas dan kemudian dirujuk ke RS Petrokimia Driyorejo, Gresik untuk mendapatkan perawatan.
"Bayinya kedinginan mudah-mudahan setelah dirawat di rumah sakit ada perkembangan," ungkapnya.
Kanit Reskrim Polsek Driyorejo Iptu Mutlakin mengaku telah menerima laporan soal penemuan bayi di sebuah warung milik warga. "Kasus ini masih dalam penyelidikan kami. Sejumlah barang bukti seperti selendang jarek warna ungu serta selimut bayi biru muda kami amankan," kata Muktlakin.
Berita Terkait
-
Sial, Pesan Ayam Bakar, Malah Dapat Tikus Saus Kecap
-
Kisah Pasutri, Merangkak di Reruntuhan Warung Saat Dihempas Puting Beliung
-
4 Warga Babak Belur Dikeroyok Satpol PP di Warung Tuak
-
Mau ke Pasar, Warga Dikejutkan Suara Tangis Bayi di Semak-semak
-
Seblak Pelakor, Rasanya Lebih Pedas Ketimbang Dilabrak Istri Sah
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!