Suara.com - Korban tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan akan mendapatkan rumah baru. Sebab rumah mereka yang berada di pesisir pantai sudah hancur karena tsunami Selat Sunda.
Rumah itu akan dibangun sebanyak 710 unit. Penduduk di pesisir pantai Lampung Selatan akan direlokasi oleh Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan Kementerian PU PR.
"Pemprov Lampung akan membantu relokasi dan pembangunan rumah bagi korban bencana tsunami di Lampung," kata Gubernur Lampung M Ridho Ficardo saat mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau lokasi bencana tsunami Selat Sunda di Desa Kunjir dan Way Muli, Lampung Selatan, Rabu (2/1/2018) siang.
Sebanyak 710 hunian tetap yang akan dibangun untuk menggantikan rumah warga yang hancur tersapu tsunami Selat Sunda. Lokasinya sejauh 400 meter dari bibir pantai.
Saat ini, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung terus berkoordinasi dalam penanganan korban tsunami Selat Sunda, seperti penanganan pengungsi, layanan kesehatan, dan pendataan terkait sarana dan prasarana yang rusak. (Antara)
Berita Terkait
-
Pembangunan Rumah Rusak Akibat Tsunami Selat Sunda Segera Dibangun
-
Data 7 Jenazah Korban Tsunami Selat Sunda yang Belum Teridentifikasi
-
Dampak Tsunami Selat Sunda di Lampung, Jokowi Minta Fokus Bangun Rumah
-
Jokowi Kunjungi Korban Tsunami Selat Sunda di Kalianda
-
Gubernur Banten: Pelaku Pungli Jenazah Korban Tsunami Kelompok Syaitoniah
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?