Suara.com - Seorang sopir berinisial OC (39) dibekuk polisi lantaran diduga menyimpan senjata airsoft gun secara ilegal. Penangkapan itu dilakukan lantaran ulah OC ya kerap membawa senjata hingga membuat masyarakat sekitar rumahnya ketakutan.
Setelah mendapatkan laporan dari warga, polisi lalu menangkap OC berserta barang bukti airsoft gun di kediamannya di Kampung Rawa II, RT 2, RW 4, Kebon Jeruk Jakarta Barat.
"Kita amankan (pelaku) berinisial OC warga KP Rawa Kebon, Jeruk, Jakarta Barat pada saat di rumah nya, dan saat dilakukan penggeledahan ditemukan sepucuk senjata air soft gun yang disimpan di dalam lemari rumahnya berikut peluru dan sarung senjatanya." kata Kapolsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat Kompol M. Marbun, Minggu (6/1/2018).
Saat diinterogasi, OC mengaku membeli airsoft gun itu seharga Rp 2,9 juta dari rekannya sekitar lima bulan lalu. Terkait penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti yang di antaranya puluhan peluru mainan, satu kanting peluru gotri/
"Barang bukti lainnya 3 buah gas, 1 buah sarung senjata, dan 1 buah kardus kemasan senjata," kata dia.
Akibat membeli senjata secara ilegal itu, OC kini meringkuk di rumah tahanan Mapolsek Kebon Jeruk. "Pelaku kita jerat Pasal 1 ayat (2) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951," tutupnya.
Berita Terkait
-
Elmi Kaget Temukan Granat Nanas Saat Bersihkan Perkarangan Rumah
-
Polisi : Punya Masalah Pribadi, Bripka Matheus Bunuh Diri
-
Klaim Tak Bakal Kabur, Demokrat: Kami Siap Antar Andi Arief ke Polisi
-
Rumah Jaksa Disantroni Maling, Kerugian Capai Rp 250 Juta
-
Modus Penyalur Tenaga Kerja, Lima ABG Bekasi Dijual Germo Bali
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?