Suara.com - Mucikari Vanessa Angel, ES (37) dan TN (28) mempunyai cara sendiri untuk menjual artis-artis yang siap bertransaksi online. Mereka menjajakan para artis hanya lewat WhatsApp.
Modus operansi penjualan artis lewat online itu diungkap Kasubdit V Cyber Crime Kriminal Khusus Polda Jatim AKBP Harissandi, Senin (7/1/2018). Dia bercerita awalnya mucikari Vanessa Angel, TN menwarkan jasa prostitusi artis atau selebgram melalui WhatsApp.
"Menggunakan WhatsApp dengan nomor telepon 081115xxxxx, di mana tarifnya antara Rp 25 juta sampai Rp 80 juta," kata Harissandi dalam keterangan persnya.
Harga prostitusi online artis yang dipatok tergantung kecantikan dan ketenaran artis. Sementara jika sudah setuju dengan harga, penyewa jasa seks artis itu harus membayarkan down payment sebesar 30 persen dari tarif.
"Itu sebagai tanda jadi," kata Harissandi.
Sementara uang untuk membayar lunas harus dibayar saar artis tiba di bandara kota tujuan. Pembayaran lunas oleh penyewa jasa seks artis itu dilakukan lewat transfer.
"Pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening Bank BCA dengan nomor rekening 2820032xxx atas nama TN," kata Harissandi.
Kontributor : Achmad Ali
Baca Juga: Terungkap! Vanessa Angel Disewa Pengusaha Tambang Berusia 45 Tahun
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden