Suara.com - Andriana Yubelia Noven Cahya (18), siswi SMK yang tewas ditusuk lelaki tidak dikenal diketahui merupakan anak indekos. Korban tinggal di indekos Jalan Riau, Keluarahan Baranangsiang, Kota Bogor.
"Iya dia anak indekos di sini, sudah sekitar dua tahun. Kalau orang tuanya di Cianjur," kata penjaga indekos Lia (38) saat ditemui Suara.com, Selasa (8/1/2019).
Lia menambahkan, korban yang akrab disapa Noven itu merupakan siswi SMK Baranangsiang yang duduk di bangku kelas 3. Dalam kesehariannya, Noven dikenal sebagai pribadi yang baik dan ceria.
"Setahu saya dia orangnya baik ya, jarang keluar malam juga. Kalau mau berangkat sekolah, dia suka pamit," tambah Lia.
Ia tidak menyangka, Noven yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri itu meninggal dunia dalam kondisi yang mengenaskan tepat di gang samping indekos. Lia berharap agar pelaku segera ditemukan.
"Kaget, dengar warga yang teriak pas lihat Noven. Enggak ada yang mencurigakan sebelumnya, dia biasa-biasa saja. Dia masih saudara saya," tutup Lia.
Untuk diketahui, Andriana Yubelia Noven Cahya (18) akrab disapa Noven ditemukan tewas bersimbah darah di gang sempit Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor, Selasa sore.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, korban diketahui ditusuk oleh pria tidak dikenal tepat di bagian dada. Kekinian, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kontributor : Rambiga
Baca Juga: Jubir TKN: Kami Risih Dibilang Takut Paparkan Visi Misi
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend