Suara.com - Presiden sekaligus Capres petahana Jokowi, disebut enggan mengomentari adanya dugaan kelompok-kelompok radikalis agama di Indonesia telah menyatakan dukungan terhadap salah satu peserta Pilpres 2019.
Dugaan itu, kali pertama dilontarkan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas. Ia mengatakan, kelompok radikalis mendukung salah satu Capres dan Cawapres pada Pilpres 2019.
Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan, Presiden Jokowi enggan mengomentari dugaan itu.
"Kami tidak memberikan tanggapan. Negara dan Pak Jokowi tidak memberikan tanggapan," ujar Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/1/2019).
Namun, dirinya memperingatkan agar tidak ada peserta Pemilu maupun Pilpres 2019 tidak bermain-main menjalin hubungan dengan kelompok radikalis. Sebab, hal tersebut akan menjadi bumerang.
"Tapi saya pribadi ingin mengingatkan, siapa pun yang bermain-bermain dengan itu, yang menggunakan kelompok radikal untuk kepentingan politik praktis, akan menjadi bumerang. Jangan main-main.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Purbasari White Glow Body Serum Bisa Memutihkan Kulit? Cek Ulasan Pengguna
-
Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung
-
BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan
-
Transformasi Digital Kampus, BTN & Undip Resmi Luncurkan KTM Co-Branding Bagi 17.000 Mahasiswa Baru
-
Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin
-
Perbedaan Eye Serum dan Eye Cream, Mana yang Lebih Bagus?
-
SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat
-
Pemerintah Buka Peluang Perpanjang Penempatan Dana SAL, BRI Sambut Positif
-
Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap
-
Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif