Suara.com - Jaksa penuntut umum membeberkan detik-detik puluhan preman saat menduduki paksa PT Nila Alam yang berkantor di Kalideres, Jakarta Barat pada 8 Agustus 2018 lalu. Hal itu disampaikan JPU saat membacakan dakwaan kasus penyerangan dan pemerasan dengan terdakwa Hercules Rosasio Marshal di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (16/1/2019).
Berdasarkan dakwaan yang dibacakan JPU, saat itu massa yang merupakan anak buah Hercules yang dilengkapi berbagai senjata tajam hendak mengambilalih lahan milik PT Nila Alam.
"Massa kurang lebih 60 orang dengan membawa parang, golok, linggis, cangkul, serta membawa plang," kata salah satu JPU saat membaca dakwaan.
Dalam kasus ini, Hercules bersama Fransisco Soares Rekardo alias Bobi diperintahkan Hendi Musawan yang diklaim sebagai ahli waris untuk mengganti plang nama perusahaan tersebut secara paksa. Perebutan lahan di PT Nila Alam itu dilakukan atas dasar Putusan Peninjauan Kembali dengan Nomor : 90 PK/Pdt/2003 tertanggal 26 Oktober 2004.
Saat melakukan penyerobotan itu, massa juga mengganti plang nama perusahaan tersebut. Pada saat proses penancapan plang nama, komplotan anak buah Bobi dan Hercules juga melakukan perusakan.
"Bobi masuk beramai ramai ke areal pekarangan tanah dengan cara membuka paksa pintu kantor pemasaran PT. Nila Alam dengan cara mendorong pintu sehingga pintu engsel rusak dan seterusnya pintu kantor pemasaran tida bisa digunakan," ujarnya.
Sempat terjadi perlawanan dari pegawai PT. Nila Alam saat massa melakukan aksi penyerobotan lahan di perusahaan tersebut. Namun, karena kalah jumlah, akhirnya aksi penyerobotan itu berhasil dilakukan komplotan Hercules.
"Saksi saksi yang ada di dalam areal PT. Nila Alam merasa takut melihat terdakwa dan anak buahnya sangat banyak," terangnya.
Dalam kasus tersebut, JPU mendakwa Hercules dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke - 1 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang, Pasal 335 ayat (1) ke- 1 KUHP tentang perlakukan tak menyenangkan dan Pasal 167 ayat (1) KUHP tentang memaksa masuk rumah tanpa hak. Atas tiga pasal itu, Hercules terancam penjara maksimal di atas 7 tahun penjara.
Berita Terkait
-
Jaksa Ungkap Detik-detik Hercules dan Anak Buahnya Serobot PT. Nila Alam
-
Jalani Sidang Perdana, Hercules Dibela 10 Pengacara
-
Datang Berpeci Hitam, Hercules Tiba di PN Jakarta Barat
-
Hari Ini Hercules Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan
-
Hilangkan Masa Depan Anak Sendiri, Aldi Dituntut 14 Tahun Penjara
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Siswa Disabilitas Psikososial Diduga Didiskriminasi Sekolah
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!
-
Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa
-
Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021