Suara.com - Calon Wakil Presiden Maruf Amin bersyukur Jokowi membebaskan terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir. Terutama dengan alasan kemanusiaan.
Maruf Amin mengatakan Abu Bakar Baasyir pastas dibebaskan karena sudah tua.
"Ya saya bersyukur karena Ustadz Abu Bakar Baasyir sudah tua. Beliau sudah udzur, seharusnya bisa dibebaskan," kata Maruf Amin usai Silaturrahmi dengan Kiai dan ulama se-Bandung Raya, di Pondok Pesantren Riyadhul Huda, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (20/1/2019).
Maruf Amin mengklaim sejak awal tahun 2018 sudah mengusulkan Abu Bakar Baasyir dibebaskan. Alasannya karena sudah tua.
"Waktu itu usulan pembebasannya agar Presiden Jokowi memberikan grasi," katanya.
Namun, untuk dapat memberikan grasi, harus ada permintaan dari keluarga dan mengakui kesalahan.
"Namun, keluarga tidak mau meminta grasi sehingga sulit dibebaskan," katanya.
Tapi saat ini pertimbangan hukum untuk membebaskan Ustadz Abu Bakar Baasyir yakni dengan pertimbangan kemanusiaan. Abu Bakar Baasyir, kata dia, usianya sudah lanjut, 81 tahun, dan sudah sakit-sakitan.
Baca Juga: Abu Bakar Ba'asyir Ternyata Belum Bebas Karena Enggan Tunduk Pada NKRI
Abu Bakar Baasyir juga sudah menjalani masa hukuman penjara lebih dari 9 tahun. Itu sudah lebih dari separuh masa hukuman penjara yang diberikan majelis hakim, 15 tahun penjara. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!
-
Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga
-
Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'
-
KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan
-
Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi
-
Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak
-
Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia
-
10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal
-
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK
-
Pangkalan AS di Kuwait Dihantam Iran, Taktik dan Jet Tua Jadi Kunci