Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno resmi meluncurkan gerakan ekonomi kerakyatan atau Gerak OKE OCE di Markas Relawan Roemah Djoeang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2019). Gerak OKE OCE merupakan visi-misi yang diandalkan Sandiaga bersama capres Prabowo Subianto di Pilpres 2019
"Gerakan kegiatan ekonomi rakyat disingkat Gerak OK OCE hari ini di-launching sebagai program utama visi misi Prabowo-Sandi untuk menciptakan lapangan pekerjaan," kata Sandiaga kepada wartawan.
Sandiaga mengklaim dari kunjungan kampanyenya ke 1.080 titik di Indonesia, Gerak OKE OCE adalah program yang paling ditunggu oleh masyarakat. Menurutnya program Gerak OKE OCE sudah menjaring 50.000 pendaftar.
"50.000 lebih sudah mengikuti pelatihan dan pendampingan, lebih dari 15.000 sudah dapat izin usaha mikro kecil, dan alhamdulillah hampir 30.000 lapangan kerja baru tercipta," jelasnya.
Menurut Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu Gerak OKE OCE bisa menjadi solusi bagi para pelaku usaha di Indonesia agar bisa mandiri dan menekan jumlah impor dari luar negeri.
"Kenapa per hari ini belum bisa swasembada pangan, misalnya. Kenapa masih banyak impor bahan-bahan yang bisa kita produksi sendiri. Nah, gerakan OK OCE ini memiliki tugas utama menopang ekonomi rakyat," ujar Sandi.
Berita Terkait
-
Respons Tabloid Barokah Indonesia, Sandiaga: Masyarakat Bosan Pola Lama
-
Sandiaga Endus Ada Perpecahan di Elite dan Akar Rumput PBB
-
Blusukan ke Lokasi Kebakaran Tomang, Sandiaga Kampanyekan Ini ke Warga
-
Disebut Sandiaga Korban Persekusi di Debat, Ini Cerita Nelayan Najibulloh
-
Omongan Sandiaga Dibantah Bupati Karawang, Advokat Senopati 08 Beri Respons
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan