Suara.com - Aparat Subdit Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya masih mendalami motif penipuan yang dilakukan Ikhsan Seno Prabu (39) dengan modus mencatut nama presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu guna mengetahui apakah ada atau tidak kampanye hitam dalam kasus penipuan tersebut.
"Masih kita dalami motifnya. Belum tahu sih (ada atau tidak kampanye hitam). Belum tahu juga ada unsur kesengajaan, itu masih kita dalami," kata Kasubdit III Cyber Polda Metro Jaya Kompol Haerudin saat dikonfirmasi, Senin (28/1/2019).
Dari hasil penyidikan sementara, Ikhsan kerap melancarkan aksi penipuan melalui modus mencatut nama kepala negara di dalam acara pengajian di beberapa kawasan di Jakarta.
"(Dari keterangan pelaku, pelaku beraksi) di Pulogadung, Manggarai. Di acara pengajian-pengajian," jelasnya.
Sebelumnya, polisi menangkap Ikhas di kediamannya di Kampung Jati, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (25/1/2019). Penangkapan dilakukan lantaran lelaki pengangguran itu melakukan penipuan dengan mencatut nama Jokowi. Tak hanya itu, tersangka juga mencatut nama Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid Yenny Wahid dan Ketua Umum Perindo Harry Tanoesoedibjo.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yakni kartu ATM, KTP, handphone dan ada beberapa kartu keluarga. Kini, tersangka telah mendekam di rumah tahanan Polda Metro Jaya.
Berita Terkait
-
Ikhsan, Penipu yang Catut Nama Yenny Wahid, Hary Tanoe, dan Jokowi
-
Polisi Belum Terima Laporan Terkait Tabloid Indonesia Barokah
-
Deretan Kasus Mandek di Polda Metro Jaya, Kapolda Gatot: Nanti Ya...
-
Pesan Mendalam Idham Aziz Usai Lepas Jabatan Kapolda Metro Jaya
-
Kecelakaan di Tol Cipularang, 3 Orang Tewas
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan