Suara.com - Menpora Imam Nahrawi bersama Plt. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga, Chandra Bhakti, Staf Ahli Hukum Olahraga, Samsudin, Asdep Olahraga Pendidikan, Alman Hudri dan Sesdep Pemberdayaan Pemuda, Esa Sukmawijaya, menerima Komunitas Kawasaki Ninja Indonesia (KNI) di lantai 10, Gedung Menpora, Rabu (6/2/2019) sore.Kedatangan komunitas KNI ini dipimpin langsung oleh Ketum KNI, Irwan Effendy.
Kepada Menpora, Irwan melaporkan penyelenggaraan Jambore Nasional XIII Kawasaki Ninja Indonesia.
"Sebelumnya, kami ucapkan terima kasih karena sudah menerima kami di sini. Ini suatu kebanggaan bagi kami, bisa bertemu langsung dengan Pak Menteri. Saya bersama teman-teman datang kemari ini untuk mengundang Pak Menteri dalam pembukaan jambore nanti. Jambore ini akan dilaksanakan di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada 3-4 Agustus 2019," ujarnya.
KNI merupakan wadah kesatuan komunikasi klub dan komunitas Ninja Bikers se-Indonesia. KNI mempunyai 331 klub dan anggotanya kurang lebih 12 ribu orang di seluruh Indonesia.
"Tiap tahunnya, kami selalu mengelar jambore nasional. Tahun 2018, kami menggelar jambore nasional di Palembang. Dengan jambore ini, kami dapat memperkenalkan pada komunitas kami tempat-tempat obyek wisata dan budaya-budaya di Indonesia, sekaligus menggelar bakti sosial," jelasnya.
Menanggapi hal ini, Menpora mengapresiasi komunitas KNI yang akan mengelar jambore nasional ini.
"Saya bangga sekaligus mengapresiasi kegiatan jambore nasional ini. Ini merupakan hal yang positif yang dilakukan KNI. Perannya untuk menjadi orang terdepan, berbagi dan menyebarkan nilai-nilai positif kepada masyarakat melalui kegiatan di bidang pelestarian lingkungan hidup, maupun keselamatan berkendara," ujarnya.
"Kegiatan ini juga merupakan sarana untuk menjalin hubungan yang baik dengan komunitas, sekaligus untuk menyampaikan pesan bahwa kita senantiasa peduli untuk tetap menjaga nilai-nilai kekeluargaan dan keselamatan berkendaraan,” tambah Menpora.
Berita Terkait
-
Menpora dari Masa ke Masa: Andi dan Imam Korupsi, Roy Lupa Lagu Indonesia Raya, Dito Dicopot
-
Eks Menpora Imam Nahrawi Bebas Bersyarat dari Lapas Sukamiskin Bandung
-
Dihukum 7 Tahun Penjara Gegara Kasus Suap, Eks Menpora Imam Nahrawi Kini Bebas Bersyarat
-
6 Menteri Jokowi Digaruk KPK, Siapa Paling Besar Colong Duit Negara?
-
Dito Ariotedjo Jadi Saksi Korupsi BTS, Bukti Panasnya Kursi Menpora dan Kasus Hukum Menteri-Menterinya
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan