Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon melihat keadaan penjara Ahmad Dhani di Rutan Cipinang, Jakarta Timur sangat mengenaskan. Penjara Ahmad Dhani dan semua narapidana di Rutan Cipinang dinilai sudah harus diperbaiki.
Fadli Zon mengatakan penjara yang ditempati Ahmad Dhani sudah kelebihan kapasitas tahanan. Bahkan jumlah penghui sudah 3 kali lipat dari kapasitas yang tersedia. Hal itu dikatakan Fadli Zon saat ditemui di kantor Koppasandi Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Selasa (19/2/2019).
"Ya kalau saya lihat Lapas kita, Rutan kita sangat tidak layak, banyak yang over capasity dan bukan 100 persen lagi, tapi bisa 300 persen," ujarnya.
Di Rutan Cipinang saja, Fadli Zon mengatakan banyak tahanan yang tidak dapat tempat untuk sekedar beristirahat di dalam tahanan. Kondisi seperti ini menurutnya dapat menurunkan citra Indonesia jika hal ini diketahui mata dunia.
"Seperti Rutan Cipinang, harus yang 1000 orang jadi 4000 orang. Ini menurut saya tidak manusiawi. kalau ini sempat dilihat oleh dunia internasional saya kira kita benar - benar negara yang tidak berprikemanusiaan," katanya.
Tidak hanya fasilitas yang minim, Fadli Zon juga menyoroti tren peredaran narkoba di lapas. Menurutnya pihak terkait dalam hal ini Ditjen Lembaga Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM harus menindak tegas peredaran narkoba di dalam lapas.
"Tentu harus ada tindakan dari kepala Lapas, kepala Rutan, Kementerian Hukum dan HAM dan kepolisian. Jangaan sampai di Rutan atau Lapas jadi save heaven bagi para pengedar narkoba," terangnya.
Berita Terkait
-
Jokowi Pakai Earpiece? Timses Prabowo Minta Kuping Peserta Debat Diperiksa
-
Prabowo: Penahanan Ahmad Dhani Merupakan Dendam Politik
-
Usai Dicegat Pendukung Jokowi, Prabowo Besuk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng
-
Ahmad Dhani Curhat Lagi: 100 Persen Islam Saya, Islamnya Gus Dur
-
Hakim Tolak Eksepsi Ahmad Dhani, Sidang Langsung Ditutup
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK