Suara.com - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. dan Baitulmaal Muamalat (BMM) menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk mengembangkan program pemberdayaan ekonomi mustahik berupa balai ternak. Program ini dikembangkan di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Bogor, Jawa Barat.
Peresmian balai ternak diselenggarakan Rabu, (20/2/2019) dan dihadiri oleh Direktur Kepatuhan Bank Muamalat Andri Donny, Kepala Divisi Penghimpunan BMM Galeh Pujonegoro, Komisioner Supervisi Bidang Penyaluran BAZNAS Nana Mintarti, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Bapak Drs. Burhanudin, MSi dan Komisioner BAZNAS Kabupaten Bogor, Bapak KH Ubaidillah.
Andri mengatakan, program ini bertujuan agar penerima manfaat lebih mandiri dari sisi ekonomi karena diberikan modal usaha berupa hewan ternak. Ia juga berharap, bantuan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga penghasilan para mustahik dapat meningkat.
“Jika penghasilan para penerima manfaat meningkat, hal tersebut sama artinya dengan kita sebagai pemberi bantuan turut berkontribusi dalam program pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan,” ujarnya.
Komisioner Supervisi Bidang Penyaluran BAZNAS, Nana Mintarti mengatakan, balai ternak ini tidak hanya sekadar berupa budidaya hewan ternak saja, tapi juga sebagai balai pakan ternak, balai lelang ternak, balai pengolahan hasil, dan balai pengolahan produk samping.
"Program ini merupakan kerja sama antara BAZNAS dengan Bank Muamalat Indonesia dan Baitulmaal Muamalat untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mustahik menjadi lebih baik,” katanya.
Para mustahik diberikan modal usaha berupa hewan ternak. Tak sampai di situ, mereka juga mendapatkan pendampingan, pelatihan-pelatihan, serta pemasaran hewan ternaknya. Balai Ternak BAZNAS ini memadukan konsep pembibitan dan penggemukan ternak dengan pemberdayaan masyarakat khususnya petani dan peternak kecil.
“Dengan dilakukannya pendampingan dan pelatihan, BAZNAS berharap para mustahik menjadi lebih mandiri," imbuhnya.
Nana menjelaskan, pada tahap awal pengembangkan program ini, sebanyak 423 ekor dengan rincian 180 ekor domba induk betina, 18 ekor domba pejantan, dan 225 ekor bibit dikelola oleh 45 kepala keluarga. Satu peternak mengelola 4 ekor domba induk betina dan 5 ekor bibit domba.
Dari target 180 ekor induk tersebut pada akhir tahun kedua diharapkan bisa menghasilkan minimal 702 ekor anak, sehingga terjadi penambahan populasi menjadi 890 ekor terdiri dari 180 ekor induk awal, 18 ekor pejantan, dan 702 ekor anak.
Baca Juga: Bank Muamalat dan Baznas Bangun Balai Ternak di Bogor
Dampak secara ekonomi dari usaha peternakan yang dijalankan adalah peningkatan pendapatan peternak per bulan sebesar Rp. 1.780.619. Dengan penambahan pendapatan tersebut, peternak akan meningkat penghasilannya dari Rp. 2.094.600 menjadi Rp. 3.875.219.
Jika dibandingkan dengan Garis Kemiskinan Nasional tahun 2018 Rp. 1.601.613, penghasilan tersebut lebih tinggi sebesar 147%. Jika dibandingkan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Bogor tahun 2019 yakni Rp. 3.763.405 penghasilan tersebut lebih tinggi sebesar 2,97%.
Sedangkan jika dibandingkan dengan Had Kifayah Nasional tahun 2018 sebesar Rp. 3.011.142, penghasilan tersebut lebih tinggi sebesar 29%. Jika dibandingkan dengan Had Kifayah Jawa Barat tahun 2018 yaitu Rp. 3.062.298, penghasilan tersebut lebih tinggi sebesar 27%.
Selama program berjalan, BAZNAS akan melakukan pendampingan secara intensif selama minimal 2 tahun. Pendamping akan menjadi motivator, fasilitator, dan mediator untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, kemandirian kelembagaan, juga kemandirian mental serta spiritual.
Tag
Berita Terkait
-
15.000 Paket Sembako dari Indonesia Tiba di Gaza, Baznas Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
-
Jadwal Lengkap Layanan Hapus Tato Gratis Baznas DKI Jakarta Selama Ramadhan 2026
-
Tok! DPR Sahkan 8 Anggota Baznas RI Periode 2025-2030 dalam Rapat Paripurna, Ada Nama Eks Wamenag
-
Bak Temukan Harta Karun, Momen Warga Gaza Unboxing Bantuan dari Pemerintah Indonesia Bikin Haru
-
CEK FAKTA: Benarkah Ketua BAZNAS Korupsi Dana Zakat Rp 11,7 Triliun?
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek