Suara.com - Eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) melaporkan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno beserta Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak ke Polda Aceh, Senin (25/2/2019) kemarin.
Pelaporan itu dilakukan lantaran Sandiaga dan Dahnil diduga telah menyebarkan berita bohong alias hoaks soal lahan hak guna usaha (HGU) milik Calon Presiden Prabowo Subianto yang dikelola eks kombatan GAM.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono mengaku telah menerima laporan yang disampaikan terlapor berinsial JS dan dua rekannya. Kasus tersebut resmi dilaporkan ke Polda Aceh dengan nomor LP/47/II/Yan 2.5/2019/SPKT.
"Calon Wakil Presiden Republik Indonesia Sandiaga Uno dilaporkan ke Polda Aceh oleh JS dan rekan-rekannya yang merupakan kombatan GAM pada hari Senin (25/2). Bukan hanya Sandiaga Uno, tapi seorang Koordinator juru bicara badan pemenangan Prabowo/Sandi berinisial DAS, juga ikut dilaporkan ke Polda Aceh," kata Ery, Selasa (26/2/2019).
Ery menjelaskan, laporan terhadap mereka terkait pernyataan Sandiaga dan Dahnil di media terkait lahan HGU milik Prabowo yang dikelola oleh mantan kombatan GAM. Dari laporan tersebut, Sandiaga dan Dahnil diduga telah menyebarkan kabar hoaks melalui media elektronik.
"Mereka dilapor terkait pemberitaan di media online, Televisi dan Facebook menyampaikan bahwa lahan Prabowo di Aceh Tengah seluas 120.000 Hektare, saat ini dikelola oleh mantan kombatan GAM, namun faktanya tidak benar," kata Ery. (Novian Ardiansyah)
Berita Terkait
-
Ke Ponpes Sumenep Naik Helikopter, Prabowo Ungkit Kesalahan Elit Bangsa
-
Usulkan Najwa Shihab Jadi Ketum PSSI, Dahnil Anzar Diserbu Warganet
-
Pengamat: Jokowi Tak Salah Singgung Lahan Milik Prabowo di Debat Pilpres
-
Ma'ruf Amin Klaim Banyak Ulama Banten Membelot, BPN: Lihat Hasil Akhir
-
Gerindra Bantah Jokowi Pernah Bekerja di Perusahaan Milik Prabowo
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!