Suara.com - Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengatakan 600 prajurit TNI akan disebar di sepanjang jalan Trans Papua antara Wamena hingga Mumugu.
"Pasukan TNI tersebut akan digelar di sepanjang jalur pembangunan transPapua Wamena-Mumugu, khususnya dalam pembangunan jembatan," katanya di Kota Jayapura, Papua, Selasa (5/3/2019).
Untuk teknis pelaksanaan pembangunannya akan dilanjutkan oleh satuan zeni konstruksi (zikon) TNI AD, sedangkan tenaga ahli tetap dari PT Istaka Karya dan PT. Brantas Adibraya.
"Untuk tenaga ahlinya tetap dari perusahaanya. Dan ini kami mau sampaikan bahwa dalam kasus di Nduga, negara tidak boleh mundur hanya karena adanya teror dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.
Negara, tambahnya akan tetap melanjutkan pembangunan sampai selesai, karena hal ini demi untuk kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh rakyat Papua.
"Ini demi memajukan Papua, agar sama dengan daerah lainnya di Indonesia," ujarnya.
Ketika ditanya apakah rakyat tidak trauma atas kehadiran prajurit TNI di Kabupaten Nduga, Pangdam menyebutkan bahwa situasi di Nduga saat ini kondusif.
"Rakyat yang mengungsi akibat insiden pembantaian terhadap karyawan PT Istaka Karya pada awal Desember 2018 sudah mulai kembali ke kampung dan menjalani kehidupan sosial dan ekonomi secara normal," katanya.
Ia mengklaim bahwa rakyat justru trauma karena tindakan kekerasan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).
"Anda bisa membayangkan bagaimana rakyat sipil diikat tangannya dari belakang, dikumpulkan jadi satu kemudian ditembak dan dibantai secara sadis tanpa prikemanusiaan?" lanjutnya.
Belum lagi, ungkap dia guru-guru dan tenaga kesehatan yang sedang bertugas di Mapenduma dianiaya dan diperkosa pada Oktober 2018.
"TNI tidak mungkin dan tidak akan pernah melakukan tindakan biadab seperti itu. KKSB selalu memutarbalikkan fakta, dibuat seakan-akan TNI adalah pelaku penjahat kemanusiaan," tambahnya.
KKSB, kata dia sengaja membuat opini bahwa yang dibantai di Distrik Yigi pada Desember tahun lalu adalah anggota TNI yang menyamar, tapi nyatanya media bisa melihat langsung korban dikembalikan ke keluarga dan semuanya adalah warga sipil.
"Bahkan kita lihat yang sedang viral di media sekarang, keluarga membuat surat terbuka kepada presiden agar informasi tentang nasib anggota keluarganya yang masih dinyatakan hilang agar segera terungkap," tutup dia. [Antara]
Berita Terkait
-
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pengobatan Gratis dan Donor Darah oleh Pemprov Papua
-
Kunjungan Gibran ke Asmat, Pantau Museum hingga Pembangunan Gereja
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?
-
Gibran Rakabuming Gandeng Mahasiswa Pantau Langsung Tata Kelola MBG di Indonesia Timur
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?